Bekam Sunnah Ternyata Tidak Sakit

Wara Lofitra Wara Lofitra   |   Rabu, Maret 06, 2019

Selasa 5 Maret kemarin untuk pertama kalinya dalam hidup saya sebaga laki-laki muslim mencoba pengobatan warisan Nabi Muhammad SAW. Tak perlu lah saya jelaskan apa itu bekam dan segala macam pengertiannya. Silakan manfaatkan mesin pencari google untuk mencari tau apa itu bekam.

Sebenarnya saya sudah melihat praktik ini sejak SMP, langsung dengan mata kepala sendiri bagaimana darah kotor dihisap pakai tabung khusus. Dulu pernah ada salah satu keluarga yang belajar menjadi tukang bekam di Palembang, dan di praktekkan dirumah.

Namanya juga bekam, pasti mengeluarkan darah. Nah, setiap yang berhubungan dengan darah, pasti ada saja orang yang tidak kuat menahan rasa jijik bahkan sampai mual-mual hanya karena melihat darah keluar dari pori-pori tubuh.

Saya dulu mengira bahwa orang yang di bekam pasti merasakan sakit. Entah kenapa saya dulu mendefinisikan kalau darahnya keluar dan berwarna merah, berarti sakit. Dan ini didukung oleh adanya praktik tusuk-tusuk jarum di beberapa titik agar darahnya keluar.

Alhamdulillah saya tidak mual ketika melihat merahnya darah, saya mual ketika melihat laki-laki yang masih minta duit sama orangtua punya pacar trus sama pacarnya jalan-jalan dan makan di cafe mahal (Sebenarnya tak masalah, saya saja yang tidak mampu bersaing).

Nah, di tanggal lima kemarin pagi-pagi nya saya menghubungi Ori, teman yang akan saya ajak ke tempat bekam dan diajak bekam juga sekalian.

Pagi tanggal 5 itu saya seakan telah didatangi sales bekam ghaib yang kemudian membujuk saya untuk mencoba bekam for the first time in my life. Padahal selama ini yang ada di otak saya bahwa Bekam itu Pasti Sakit.

Keputusan untuk mencoba bekam ini didukung juga oleh video di YouTube yang saya tonton tentang sekumpulan anak muda mencoba bekam, channelnya freoneon kalau tidak salah. Mereka memang suka mencoba hal-hal unik sebagai konten YouTube-nya.

Melihat keseruan anak-anak muda di channel YouTube itu, saya terpancing. Saya jadi tertantang untuk ikut mencoba berkat saran mereka di akhir video. Jujur, kalau di dunia marketing, saya termasuk yang tidak susah di bujuk sama apa yang ditawari sales. Kecuali ditawari rokok pasti saya tidak akan mau. Sama sales se-cantik apapun itu. Percayalah, selemah-lemahnya saya di hadapan produk lain, tetap punya wibawa jika ditawari rokok.

Kembali ke bekam, Saya nanya ke Ori dimana tempat bekam di wilayah Kerinci Sungai Penuh. Muncullah nama Barokah. Sebuah tempat yang sebenarnya menjual obat-obat herbal dan buku-buku islam. Nah, jasa bekam ada di salah satu layanan mereka.

Setelah nanya Ori di WhatsApp lokasi bekam, saya kemudian mandi dan berangkat dengan penuh rasa excited. Saya sudah percaya bahwa ini tidak akan sakit seperti di YouTube. Kalaupun sakit, toh saya ini laki-laki. Tidak laki kalau takut darah. Bismillah, saya sudah siap walau sedikit deg-deg-an.

Ada 9 titik yang akan di ambil darahnya di daerah punggung. Tukang bekamnya sudah siap dengan sarung tangan plastik yang saya percaya sudah higienis, dan masker yang dipasang terbalik.

Yang pertamakali dilakukan adalah memasang 9 mangkuk bekam dengan formasi 3-2-2-2 dari atas.

Pada pemasangan pertama, kulit akan di tarik oleh alat yang tersambung dengan mangkuk bekam. Sekitar 5 menit setelah terpasang, kemudian di tusuk-tusuk dengan jarum sebagai jalan darahnya keluar. Dibuatlah berupa pori-pori buatan dengan jarum yang menurut saya lebih seperti bentuk pulpen. Ujung jarumnya hanya masuk sedikit sekali kedalam kulit.

Penjelasannya kenapa ujung jarumnya yang masuk sedikit, karna memang darah yang di ambil ada di lapisan kulit paling pertama. Disinilah darah kotor itu bersemayam. Sama seperti di kerok, darahnya juga ada dilapisan kulit pertama.

Saya yakin sekali yang masih menganggap bekam itu sakit pasti akan bilang di bagian ditusuk-tusuk ini. Padahal tak ada sakitnya sama sekali, yang ada malah geli karna ditusuknya hanya segitu. Malah lebih geli lihat orang pacaran. Euh.

Setelah di tusuk, kemudian di tarik lagi kulitnya dibagian tadi, disinilah darahnya mulai keluar. Setelah keluar proses bekam pun selesai. Sebentar. Sekitar dua kali baca tulisan ini lah kira-kira.

Biaya bekamnya di Barokah 75ribu satu orang dengan 9 titik tadi. Kalau mau nambah titik kemungkinan ada tambahan biaya, tapi sunnahnya hanya 7 – 9 titik saja.

Efek yang dirasakan setelah dibekam, rasanya memang agak lebih ringan dari sebelumnya. Tapi lebih ke sugesti sih. Karna darahnya keluar ya artinya penyakit juga keluar. Begitulah kira-kira. Karna masih enakan di pijat langsung.

Sekian, laporan dari saya yang pertama kali bekam. Mungkin dua bulan kemudian saya akan bekam lagi.



Tampilkan Komentar