Jumat, 28 September 2018

Pesantren Serba Bambu


25 September kemarin saya berkunjung ke Megamendung. Dibawa oleh pak Satio, teman lama pak Ami. Melihat bangunan pesanren dan aktivitas santri disana.

Yang unik dan bikin beda dengan pesantren lain adalah bangunannya yang serba bambu. Mulai dari lantai, dinding dan anak tangganya pun dari bambu.

Setelah ngobrol panjang dengan orang-orang di pesantren, teryata ada triknya untuk membangun bambu agar tidak cepat rusak dan tahan lama.

Rahasianya terletak pada bambu yang di rendam terlebih dahulu sebelum dirangkai menjadi bangunan utuh. Bangunan yang nantinya akan menjadi tempat belajar, ruang pertemuan dan kamar para santri.

Masjid pesantren pun dibangun dengan 80% bambu. Wilayah Megamendung yang kebanyakan pegunungan, sama dengan cuaca dan kontur tanah Kerinci. Berada di perbukitan yang rawan longsor, dengan bambu bangunan nya akan lebih ringan daripada pakai beton.

Sesampainya nya disana, saya tak sabar ingin menerbangkan drone untuk melihat dari atas pesantren yang luasnya 1,2 hektar ini.

Sembari pak Ami temu kangen dengan teman lama beliau di pesantren, saya memilih keluar untuk melepas drone agak sebentar. Berikut ini foto-foto yang saya dapat:

foto dari drone tampak seluruh pesantren

santri sedang bermain bulu tangkis

anak tangga dari bambu

anak tangga tampak atas

ruang guru

bambu yang sedang direndam

kain para santri

ventilasi di kamar santri juga pakai bambu

gak tau ini dia lagi baca apa, pokoknya lagi baca

balkon di kamar santri

salah satu stiker di kamar santri

ini juga kamar santri

nah ini pak ami, dan yang baju merah itu orang PDIP

rangka bambu di dalam masjid

ini di dalam masjid

ini santri lagi liat pengumuman

ini tau dong apa, nama pesantrennya

Itu lah cerita singkat (tapi banyak gambar nya) dari saya. Semoga bermanfaat yaa.