Senin, 01 Oktober 2018

Ditraktir Makan Tak Pernah Sesedih Ini

Selama hidup saya, yang namanya di traktir makan selalu enak, ya enak lah, gratis. Tinggal makan aja. Itu kalau makanan yang dikasih sesuai selera.

Tapi ini, kali ini saya agak kurang bahagia di traktir. Di salah satu mall, bertemu dengan calon anggota DPR-RI dapil Jambi di salah satu mall di Jakarta Selatan. Di traktir oleh beliau, karna yang ngajak ketemu beliau. Ini karna masih memegang teguh yang ngajak yang bayar.

Bukan apa-apa, diajaknya ke restoran Jepang, lidah saya ini sudah fasih betul dengan citarasa masakan Padang. Masakan Padang is our greatest taste in the world. Rendang is very important to our life, Kalio, Tunjang, and many more.

Sebelumnya saya sudah bilang kalo makan Ayam Geprek saja yang juga masih sekitar mall. Tapi beliau ini bersikeras ingin masuk restoran Jepang.

Masuklah kami ke restoran yang entah apa namanya, saya gak bisa baca tulisan Jepangnya. Katrok memang.

Pas duduk, aroma masakan nya saja sudah aneh. Alias sedang masuk daerahnya lawan. Semua serba bukan kita banget.

Buka menunya juga gak ada yang berbau masakan rakyat, namanya sok sok Inggris gitu. Kalau sudah nama makanannya pake bahasa Inggris, pasti mahal. Apalagi bahasa Inggris campur Jepang. Mahal kuadrat.

Jujur, tak ada yang bisa saya ingat dari nama makanan di menu nya.

Untunglah masih bisa request es jeruk panas 😂. Jadi walaupun makanannya bikin kesel, setidaknya minumannya membawa rasa masakan padang.

Oiya, saya pesan makanan yang masih bisa dimengerti, yang ada chicken-chicken nya. Jelas dong itu kan ayam.

Sampai lah pesanan di meja. Yang sampai gak ayam doang, banyak pulak aksesoris pendukung nya, yang paling aneh rasanya ada di kuah (kuah atau apasih nyebutnya, pokoknya ekstensi nya lah).

Bener bener aneh, rasanya kayak lagi minum cincau pait. ewh.

apakah ada tanda-tanda kebahagiaan? tidak sodara-sodara

ini nih tersangka nya

Untuk apa mahal-mahal kalau lidah tidak merestui. Tetap saya makan juga sih, untuk menghormati beliau, lagian malu juga keliatan kampungan depan pelanggan lain 😂😂

Keluar dari restoran Jepang, ada rasa tak puas, kami langsung memutuskan untuk balas dendam segera cari masakan Padang. Untuk mengobati lidah yang abis tersiksa ini.

Tentunya Bapak Caleg DPR-RI gak kami bawa.