Sunday, July 22, 2018

Mau Ikutan Diet Karbo

Di sirkel pertemanan saya, ada beberapa teman yang baru mulai diet karbo. Diet karbo atau bahasa gehol nya biasa disebut a low-carb diet.

Yang memulai hal baru selalu dalam sirkel kami adalah Pak Ferry Satria, lalu diikuti oleh kanda Khairul Amar yang juga punya masalah dengan perut yang offside setelah menikahi Owner KincaiHomeMade.

Sebelumnya kami juga pernah lomba banyak-banyakan follower di Instagram, dengan metode marketing Instagram yang di baru dipelajari. Akhirnya saya kalah.

***

Caleg muda, Yuda Oktana, yang sepertinya tidak punya masalah berarti dengan fisiknya, sepertinya tidak perlu ikut-ikutan diet karbo ini. Malahan saya yang sepertinya harus mengikuti jejak kedua teman yang sudah memulai a low-carb diet ini.

Jujur saja, berat badan saya saat tulisan ini ditulis tercatat oleh timbangan seberat 73 Kg. Alangkah melarnya badan saya sekarang, karena dari SMP sampai MAN badan saya masih bisa dimasukkan dalam kategori kurus.

Kalau tanda badan mulai membesar itu ditunjukkan dengan adanya Stretch Mark, itu lho tanda khas kalau di perut ibu-ibu hamil, ada garis-garis halus yang muncul di sekitar area perut dan pinggang. Ewh. Maka saya sudah sepantasnya mulai khawatir dengan fisik diri sendiri.

Sebenarnya saya tidak takut gemuk, hanya takut penyakit. Entah itu gula darah atau semacamnya. Kan gak lucu, masih muda dan belum menikah sudah punya riwayat penyakit gula darah. Ewh.

Untuk mengantisipasi kekhawatiran saya, beberapa hari lalu sempat tanya-tanya mengenai diet karbo ini. Katanya gak boleh makan nasi, roti, dan sebagainya yang mengandung karbohidrat.

Saya membatin, kalau roti sih gak apa-apa, tapi nasi seperti nya susah. Sebagai anak petani yang sangat agraris ini, saya merasa berat untuk meninggalkan makan nasi, selain tidak mencerminkan anak petani, juga bakal dikira gak punya sawah.

Mengurangi rasa penasaran, saya iseng googling tentang diet karbo ini, yang saya temui justru boleh mengkonsumsi karbohidrat, namun dalam porsi yang tidak banyak. Karen karbohidrat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi utama.

Lalu apa yang dimakan kanda Khairul Amar? dia kemaren sore makan kerupuk kulit campur kuah gulai. Khas makanan supir truk/kenek kalau singgah di rumah makan.

Saya sendiri akhir-akhir ini sudah mulai bisa mengontrol nafsu makan yang biasanya bisa mencapai 4 kali sehari, Makan pagi, siang, malam, dan tengah malam. Sekarang alhamdulilah hanya makan 2 kali sehari, Makan Pagi dan Makan Malam setelah Maghrib.

Target saya untuk menurunkan berat badan saja, bukan kurus, karna takut di cap tidak makan atau di cap tidak punya sawah. Soalnya di desa saya kalau tidak punya sawah dianggap hina.