Thursday, May 31, 2018

Merevisi Fungsi Arisan


Zaman dulu orang arisan itu berfungsi selain sarana menabung juga jadi ajang silaturahmi antar anggota. Kadang tempatnya juga pindah-pindah sesuai kesepakatan dengan anggota arisan. Arisan tidak hanya identik dengan kaum ibu-ibu saja, sudah merambah ke anak-anak remaja, sampai tukang ojek.

Waktu saya SD dulu masih ingat betul tetangga saya yang tukang ojek sering mengadakan arisan perkumpulan ojek-ojek dirumahnya. Setelah masuk SMP karena seiring pertumbuhan motor, perkumpulan ojek juga makin lama makin habis.

Ojek di desa saya yang dulu hampir tiap hari ada, sekarang jasa ojek hanya tersedia satu kali dalam seminggu, hanya hari Sabtu.

Sekarang, di zaman yang sudah serba mutakhir ini saya rasa fungsi arisan makin lama makin terkikis. Orang tidak butuh lagi arisan sebagai ajang silaturahmi.

Saya punya teman yang sampai sekarang masih ikut arisan, mereka bersepuluh. Tapi tidak pernah kumpul dalam satu acara arisan mereka. Berawal dari grup chat di Facebook, mereka sepakat untuk membentuk grup arisan khusus geng mereka.

Bagaimana arisan tetap jalan tanpa perlu bertemu? ternyata mereka memanfaatkan fitur transfer uang via mobile banking. Jadi, arisannya tetap di dalam grup chat tersebut dan uangnya di transfer ke bendahara yang sudah ditentukan.

Agak aneh bagi saya melihat pola arisan seperti ini, sudah terlalu kurang ajar, sampai-sampai bertemu pun tidak ada waktu.

Alhasil arisan mereka tidak berjalan lancar, banyak yang menunggak pembayaran, banyak yang saling benci diantara mereka, di dalam grup sudah terlalu banyak emot senyum, tapi di chat pribadi beberapa orang sepakat emosi.

Saya melihat ini karena komunikasi mereka hanya lewat grup, mereka jarang bertemu. Padahal arisan beberapa tahun yang lalu selain fungsinya menabung juga sebagai ajang silaturahmi. 

Teman yang ikut arisan ini sudah saya rekomendasikan dia untuk keluar karna terbukti hanya memperbanyak musuh. Dan uang arisan mereka banyak yang dilahap sendiri oleh beberapa orang. Jatah menang nya mereka atur sendiri seenaknya.

Sudahlah hubungan antar mereka kacau, rugi pula.

Untuk ikut arisan zaman sekarang mending pilih-pilih orang dan jangan hanya lewat grup. Karna jarang silaturahmi membuat anggotanya emosi.