Rabu, 07 Maret 2018

Makan Tomat Sama Tulang-tulangnya

Jadi gini, saya punya kesukaan yang agak aneh dan tidak biasa dibanding sama hobi orang lain. Jika orang kebanyakan minum jus Alpukat, saya malah suka makan Alpukatnya langsung, kalo oranglain suka minum jus tomat, saya malah suka makan tomatnya langsung.

Yaa nggak langsung dari tumbuhan tomatnya juga sih, langsung dari kulkas. Dicuci dulu pastinya sebelum di makan bulat-bulat.

Saya tidak tau apakah orang-orang selain saya juga suka makan tomat bulat-bulat, yang jelas sepengetahuan saya rasanya makan tomat bulat-bulat agak janggal di masyarakat kita, mungkin masih menjadi aib keluarga atau perilaku menyimpang selayaknya menenggak Alkohol.

Seringkali setiap hari sabtu yang merupakan hari balai/pasar mingguan di Semurup, Kerinci. Setiap emak belanja mingguan untuk kebutuhan dapur, selalu membeli tomat segar dari petani Kayu Aro.

Sampai di kulkas dirumah dan sudah diatur tata letaknya oleh emak saya di tatakan nomor 3 dari bawah.

Hampir setiap saya makan dirumah, tomat bukannya jadi satu sama sambal atau bumbu masak lain, tapi langsung saya makan bulat-bulat.

Beberapa kali saya kedapatan mengambil tomat dari kulkas sama emak saya, dan emak seperti menunjukkan ketidaksukaannya. Ya jelas, karna tujuan membeli tomat tiap sabtu adalah untuk pelengkap masakan, bukan untuk di lalap.

***

Saking seringnya mengambil tomat secara ilegal dirumah, setiap makan diluar seperti pecel lele, ayam penyet, pokok nya yang ada tomatnya sebagai pemanis tampilan selalu habis saya telan.

Ya saya tau makan tomat langsung itu rasanya agak aneh dan tentu saja tidak semanis makan apel atau buah-buahan lain. Awalnya juga begitu rasanya, tapi makin sering makan, jujur saya makin suka.

Nah, kemarin mungkin kutukan emak saya berlaku. Saya termakan tomat sama tulang-tulangnya sekalian.

Kejadian di sebuah cafe kecil di depan SPBU Kumun, Sungai Penuh. Tanggal 6 Maret kemarin seorang teman yang merelakan waktunya hanya untuk menemani saya makan sekalian merayakan umur saya yang resmi 23 tahun.

Kami memesan Iga Saus Padang, Ayam Saus Padang, dan Fu Yung Hai. Oh! tak lupa sama Es Krim Durian.

Awalnya tak ada yang aneh pas kami makan, Ayam habis, Fu Yung Hai juga habis, dan tentu saja Iga yang dagingnya luar biasa empuk.

Sementara kami makan, turun hujan seperti biasanya di Kota Dingin ini. Sore-sore memang sudah kewajiban nya untuk hujan.

Makanan habis, kami lanjut cerita-cerita ringan. Entah apa yang membuat saya tiba-tiba ditengah kami cerita, saya mengambil garpu dan menusukkannya ke tomat yang tersisa di dua piring yang berbeda. Piring pertama adalah tempat yang sebelumnya didiami oleh Ayam Saus Padang, dan piring kedua tentu saja Iga Saus Padang.

Saat menusuk tomat di piring kedua inilah tak sengaja tulang sisa Iga terbawa sama tomat menuju mulut saya. Dan Iga itu baru saja dilahap oleh teman saya ini.

Yak betul. Saya termakan tomat sama tulang-tulang Iga nya sekalian.

Karena saya biasanya bersikap cool dan dingin, mengunyah tomat dan sadar ada tulangnya pun gak panikan seperti kemarin pas main drone.

Pelan-pelan saya keluarkan tulang bekas teman saya ke selembar tisu diatas meja. Tetap dalam keadaan cool dan tidak panikan. Walaupun sedikit tersenyum malu.

Sungguh saya yakin ini kutukan karna emak saya selama ini merasa jengkel dengan kebiasaan makan tomat bulat-bulat.