Monday, February 5, 2018

Cerita Tentang Pertama Kali Main Drone

Di tanggal 26 yang masih Januari lalu, ada sms yang mengaku dari JNE ke nomor IM3 saya. Isi pesannya nyuruh jemput paket yang baru datang.

Paket yang akan dijemput ini isinya adalah seperangkat drone dari DJI berjenis Spark berwarna Putih.

Pada hari yang Jum'at itu juga ada janji sama teman perempuan saya yang minta dibantu dibuatkan CV untuk melamar kerja katanya.

Paginya saya ke JNE terlebih dahulu baru setelahnya memutuskan untuk bertemu teman saya di salah satu cafe jejepangan di Kerinci. Kami bertolak ke cafe tersebut dengan saya yang membawa paketan dari JNE yang ukurannya kira-kira muat ditaruh di tempat kaki motor Honda Beat.

Karena sebelumnya saya belum pernah melihat drone asli (selama ini hanya lewat YouTube) maka dengan keadaan tidak sabar, saya unboxing lah di cafe jejepangan itu juga. Mbak pelayannya memasang muka heran melihat saya yang bongkar barang di depan dia. Saat itu Saya gak mikir panjang memang, cuma penasaran + tidak sabar karena baru pertama kali. 

Seharusnya pas bertemu teman saya ini (selanjutnya akan saya sebut namanya saja, Syarli), saya harusnya mendesain CV untuknya sesuai janji yang telah dikirim via WhatsApp malam sebelumnya. Namun karena godaan drone yang canggihnya sudah terbayang-bayang, saya tega mengulur waktu membuatkannya CV sampai nanti sore.

Di cafe itu saya minta ke Syarli untuk mengetikkan detail apa yang mau ditampilkan di CVnya, laptopnya saya kasih, dan saya lanjut unboxing drone.

Padahal bisa saja bikin langsung dengan nanya ke dia dulu tanpa harus diketik. Cara mengulur waktu ini pun hasil belajar dari YouTube.

Sembari Syarli mengetik CVnya, saya masih buka-buka paketan. Membaca manual book, garansi dan mencium aroma baru drone. Oh! tidak lupa memencet plastik pelindung yang bengkak-bengkak itu. Duh, sensasinya pas mencet itu memang bikin ketagihan. Dronenya sempat saya pinggirkan demi mencet gelembung udara dalam plastik itu. Pikiran saya saat itu memang cocok jadi korban hipnotis.

Sambil Syarli masih mengetikkan CVnya, mengumpulkan dan mengingat apa saja prestasinya dan saya yang masih bongkar-bongkar. Terdengar tanda bahwa sebentar lagi akan diadakan sholat Jum'at di masjid dekat situ. Saya bilang ke Syarli bahwa desain CVnya akan saya kerjakan setelah sholat Jum'at. Karena saya laki-laki.

Syarli pulang dengan membawa laptop saya, dan saya sholat Jum'at di masjid Baiturrahman Sungai Penuh.

Pulang dari sholat Jum'at, saya kemudian pulang kerumah, gak makan seperti biasanya, karena sudah di cafe jejepangan tadi. Langsung saja saya kerumah neneknya Syarli, karena Syarlinya disana sudah nunggu. Dia nunggu sampe ketiduran. Memang siang itu terasa lebih panas dari sebelumnya, cocok sekali kalau dibawa tidur siang.

Dirumah neneknya Syarli, saya langsung ngecas Drone yang tadi di unboxing. Sambil baca-baca tutorial yang ada di buku petunjuk. Syarli masih mengetikkan CVnya yang belum selesai, karna ternyata dia tertidur selama saya sholat Jum'at.

Sambil menunggu baterai drone penuh, saya masih baca baca tutorialnya. Sambil juga membantu mempersiapkan bahan lain pelengkap lamaran kerja. Tapi, setelah Jum'at tersebut rasanya lebih banyak main drone daripada membuatkan CV untuk Syarli.

Saya nyoba-nyoba menerbangkan drone yang pada saat itu masih bingung, padahal sebelumnya di YouTube melihat orang menerbangkan drone gampang-gampang saja. Pokoknya lama, proses dari baterainya sudah penuh dan siap dicoba untuk terbang pertama kali, sampai baterainya habis tanpa terbang sedikitpun. Saya bingung kenapa dronenya tidak mau terbang. Deteksi wajah sepanjang percobaan selalu gagal.

Syarli yang tadinya didepan laptop sampai ikut-ikutan bingung dan membaca buku tutorial juga. CVnya terbengkalai. Padahal batas pengiriman berkas via email adalah hari itu juga. Semua gara-gara drone baru.

Kami mutar-mutar drone sampai Adzan Ashar. Setelah Ashar barulah buru-buru saya buatkan CV untuk Syarli. Buru-buru dalam artian sebenarnya. Sambil sesekali melihat drone yang lagi di charge.

Akhirnya CVnya selesai setelah Maghrib. Saya kemudian pulang dengan rasa penasaran yang masih banyak karena dronenya belum berhasil terbang sementara baterainya sudah di charge beberapa kali. Habis sebelum terbang.

Pokoknya hari itu belum bisa terbang sama sekali, malamnya lanjut nonton YouTube mencari akar masalahnya dimana.

Ternyataaa, harus di aktivasi dulu dronenya cintaaahhh. Sama aplikasinya juga harus di update dan perbarui databasenya. Kan kzl. cuma gara-gara itu. Kirain kan rusak atau apa.

bersambung . . .