Wednesday, December 20, 2017

Membandingkan Rasa Belasungkawa Artis Korea dan Palestina

"Ribuan manusia dibunuh di Palestina mereka diam, tapi satu artis korea bunuh diri mereka menangis."

Begitulah kira kira kalimat "mengingatkan" kepada saudara-saudari kita yang gemar sama apapun berbau Korea.

Saya pribadi bukan penggemar Korea, jadi tak ada niat dalam tulisan ini sebagai pembelaan kepada dedek-dedek gemes kita yang masih gemar sama Korea.

Hanya saja yang menggelitik akhir-akhir ini adalah membandingkan rasa belasungkawa antara artis Korea dan Palestina.

Sebab bisa saja orang sedih dalam kasus berbeda dalam waktu bersamaan.

Kesedihan yang bertebaran di beranda hanya berupa kalimat dan avatar. Sedih pada "oppa" dan palestina juga sama-sama sedih. Hanya masalah prioritas saja, bukan berarti tak boleh sedih. Biarkan mereka larut dalam kesedihan versi mereka. Jangan membandingkan rasa belasungkawa.

Karna kalau kita membandingkan rasa belasungkawa, tak akan habis.

Palestina dipedulikan, Papua dilupakan, tak akan ada habisnya.

Ukhti-ukhti yang sedih "oppa"-nya bunuh diri juga punya pertimbangan sendiri untuk sedih. Kalau itu salah, lambat-cepat mereka juga akan paham.

Yang perlu di perbaiki adalah moral kita. Biar kelihatan "gue peduli palestine loh" dengan merendahkan yang lain.