Rabu, 18 Oktober 2017

Senyum Ba'da Ashar di Masjid Al-Akbar

Akhir-akhir ini saya sering duduk di Roemah Kayo, salah satu tempat ngopi paling hitam di Kerinci. Tentu saja kopi arabika Kerinci yang disediakan disini. Bagi penikmat kopi sejati tentu paham dimana bagian nikmatnya, sayangnya saya bukan penikmat kopi. Hanya numpang duduk dan WiFi-an saja.

Roemah Kayo adalah pelarian ditengah buntunya pikiran saya yang sedang mikir bagaimana suatu produk bisa laku. Hari itu juga suasana hati sedang tidak stabil bahagianya.

Biasanya saya berangkat dari rumah ke Roemah Kayo ba'da Dzuhur. Sampai disana ya duduk-duduk saja sambil menunggu Ashar datang.

Masjid yang ada di sekitar Roemah Kayo di desa gedang itu namanya masjid Al-Akbar yang sedang dibangun. Saya dan Panji teman saya biasa sholat Ashar di dua masjid sebenarnya. Masjid Al-Akbar ini, dan satu lagi masjid Baiturrahmah di sekitar RS DKT Sungai Penuh.

Singkat cerita selesailah sholat ashar berjamaah kami di masjid Al-Akbar. Ketika keluar masjid dan saya sedang mengepaskan kaki di sandal eiger hitam banyak tali, saya berdiri sejenak di papan informasi di dekat pintu masjid.

Seorang anak kecil perempuan yang dibawa mamanya sholat disana dengan imutnya bertanya ke mamanya didepan pintu sambil duduk memasang sandal.

"Ma, kok masjid ini berantakan?"

"Ini lagi dibangun sayang" kata Mamanya.

"Bangun apa, Ma?"

"Bangun rumah Allah"

"Kok rumah Allah di hancurin?"

Saya yang masih melihat-lihat rancang bangun masjid di papan informasi mendengar obrolan anak dan mamanya tadi reflek menoleh saat pertanyaan terakhir di ajukan anak ke mamanya.

Pertanyaan polos si anak kecil tadi berhasil menarik naik kedua pipi saya dan tersenyum. Padahal pertanyaannya belum dijawab sama mamanya. Mamanya juga senyum senyum saja setelah dilempar pertanyaan polos si anak.

Kemudian saya berjalan pelan keluar pagar masjid dengan men-jepret masjid Al-Akbar yang sedang dibangun. Sempat saya jadikan insta story dengan menulis caption masih dalam keadaan tersenyum. Sebenarnya kalau ada yang nanya alasan kenapa tersenyum, saya juga kurang paham. Terimakasih dek atas pertanyaan polosnya :), suasana hati langsung stabil kembali bahagianya.