Sunday, October 22, 2017

Memegang Ikan Pak Gubernur di Taman Pertiwi

Hari minggu saya biasanya dirumah hanya main laptop dan nonton TV. Tapi tidak dengan hari minggu tanggal 22 Oktober ini.

Hari minggu kali ini mengunjungi Outbond yang diadakan oleh FPRJ ( Forum Peduli Remaja Jambi ) cabang Kota Sungai Penuh. Bukan panitia bukan peserta, saya dan bang Peri Rahmat diajak salah satu panitianya untuk datang ke Taman Pertiwi namanya, berlokasi di Pendung Talang Genting atau kerennya Pentagen.

Sebelum berangkat kesana, harusnya kami ikut ngumpul jam 8 di lapangan merdeka Sungai Penuh. Karena sabtu malamnya acara Kenduri Kopi, tentulah malam itu kami susah tidur karena sudah nyicip kopi di setiap stand-nya.

Berangkatlah kami sekitar pukul 9 lewat menyusul panitia dan peserta. Sampai disana takjub dengan alamnya yang indah di pinggir hutan, ada danau berjumlah 3 danau kecil yang berdampingan. Ada juga tempat-tempat yang cihuy sekali untuk konten instagram, dan tentu saja ada yang lagi outbond dari FPRJ.

Karena perdana ke Taman Pertiwi, dari tempat parkir jalan ke tempat outbound seberang danau sengaja kami pelankan, sambil melihat kanan kiri yang harmoni. Suara burung-burung juga tak ketinggalan melengkapi.

Bagi orang Kerinci, tentu kenal Aroma Pecco di Kayu Aro. Nah, Taman Pertiwi ini sepertinya akan jadi lawan berat Aroma Pecco itu. Besar tempatnya hampir sama, danaunya juga sama-sama indah. Ditambah pohon pinus yang menjulang tinggi menghadang matahari.
Disini juga kita bisa naik perahu kayu yang kalau disewa hanya Rp.5000-, saja. Bukan per kepala, tapi satu kali jalan. Murah amir kan? padahal kalau bayar Rp.5000 per kepala juga tidak jadi soal. Tapi sayang, jumlah perahunya belum banyak.

Di danau tempat ber-perahu itu adalah tempat ikan-ikan bersemayam. Kami sempat berbincang dengan pengelolanya, bahwa Taman Pertiwi ini bukan dibuat sebagai objek wisata, awalnya hanyalah BumDes yang sudah diresmikan oleh Gubernur Jambi, H. Zumi Zola Zulkifli. Pak Gubernur sudah mewanti-wanti pengelola BumDes, panen ikan pertama harus pak Zumi Zola yang panen. Padahal kami sangat berharap sekali bisa dibawa pulang.

Asiknya, walaupun belum bisa dibawa pulang, pengunjung masih bisa setidaknya memegang ikan-ikan. Bukan sembarang ikan, tapi ikannya pak Gubernur :).

Pengelola menyediakan pakan ikan yang dibungkus plastik untuk pengunjung yang mau mencoba bagaimana rasanya ngasih makan ikan. Lagi-lagi murah, pakan ikan satu plastiknya hanya Rp.2000-, saja.

Saya termasuk orang yang beli pakan ikan hanya untuk seru-serusan ngasih makan ikan dan memegangnya. Ikannya loncat-loncat berebut makanan yang kami lempar. Ada yang naik perahu, ada yang sedang seru-seruan outbound, dan ada yang miring-miring selfie.

Ala-ala kampung nya benar-benar terasa, kekiniannya juga terasa dari yang selfie memperbaiki feed Instagram.