Senin, 25 September 2017

Pedoman Dasar Pacaran untuk Kids Zaman Now

Menjalin sebuah hubungan tentulah ada harapan agar hubungan tersebut bisa berdurasi lama dan berfaedah untuk masing-masing. Syukur kalau bisa sampai ke tahap kimpoi.

Bagi kalian kids zaman now, saya yakin kalian akrab sekali dengan istilah pacaran. Namun semakin kesini, pacaran kids zaman now secara garis besar dapat dikategorikan menjadi dua. Kata siapa? ya saya lah, siapa lagi.

Apa saja kedua kategori tersebut? pertama, hubungan yang sehat, dan kedua, hubungan yang tidak sehat (selanjutnya akan saya sebut hubungan beracun).

Berikut akan saya beberkan beberapa ciri kategori kedua gaya pacaran tersebut. Jika rasanya berfaedah untuk kamu, silakan diterapkan.

Ciri pertama hubungan yang sehat adalah hobi kalian bisa berlangsung dengan tanpa intimidasi dari pasangan kamu. Kamu punya banyak waktu untuk melakukan apa yang kamu suka. Berbanding terbalik dengan hubungan beracun, cirinya adalah ketika kalian tidak bisa lepas satu sama lain, alias nempel terus setiap waktu.

Selesai pacaran, sampai dirumah bukannya istirahat malah lanjut via telpon. Seperti masalah hidup ini hanya seputar pacar saja. Kalau kamu merasa sudah seperti itu, jauhi dia. Minimal ubahlah gaya pacaranmu.

Kedua, Ciri hubungan yang sehat selanjutnya memutuskan sesuatu berdua, dalam setiap keputusan ada demokrasi-nya dulu. Sebaliknya di hubungan yang beracun, salah satu dari pasangan mendominasi setiap keputusan. Setiap ada suatu keputusan selalu mengikuti kata dia. Ini beracun sekali. Sebuah kapitalisme dalam sistem per-pacar-an yang harus dihilangkan.

Hubungan sehat ketiga adalah, jika ada konflik dalam sebuah hubungan (pasti ada lah yaa) kalian melihatnya secara positif, kalian akan melihat konflik itu untuk segera diselesaikan dan ujungnya adalah mengerti keinginan satu sama lain.

Sebaliknya di hubungan penuh racun, konflik kemudian tidak dikomunikasikan secara baik, malah dipendam yang kemudian menumpuk dan akhirnya meledak.

Keempat, hubungan yang sehat punya ciri-ciri saling percaya satu sama lain, percaya 100% tidak setengah-setengah seperti kopi luwak merek lain.

Termasuk juga percaya saat si dia jalan sama teman-temannya yang lawan jenis. Sebaliknya, di sebuah hubungan beracun. Tak ada rasa saling percaya, yang ada curiga. Seperti punya akses ke akun sosialnya, sering mengecek ponselnya. Bahkan parahnya sampai-sampai bertukar ponsel untuk dibawa beberapa hari. Jika kalian kids zaman now merasa mengalami seperti ini, segera tobat. Ia belum sah jadi teman hidupmu.

Terakhir, ciri hubungan sehat kelima adalah saling mengapresiasi, saling mendukung untuk meraih cita-cita kedepan. Bangga dengan adanya prestasi di pasangan kamu. Sebaliknya di hubungan penuh racun, tak ada apresiasi sama sekali, yang ada malah dengki, cemburu akan kesuksesan pasangan.

Lebih tepatnya takut akan semakin banyak yang melirik nantinya. Ini racun yang telah banyak menelurkan pasangan putus. Jangankan sampai pelaminan, sampai di pintu rumah mertua saja belum tentu.

Itulah kelima pedoman dasar untuk kamu kids zaman now. Jujur, hubungan saya juga pernah beracun hingga pupuslah sudah cerita, dan racun itu dari dalam kami, (tepatnya saya) ketika itu saya kira yang mengancam hubungan kami adalah pihak ketiga, ternyata bukan. Bukan dari orang luar yang selama ini saya kira akan merusak, malah dari dalam kami sendiri, karena adanya racun yang tak sempat lagi dinetralisir.

Ini pengalaman pribadi ditambah beberapa riset setelah mengamati hubungan kids zaman now yang sedang gemas-gemas-nya beberapa waktu lalu. Satu pesan saya, segera akhiri hubungan kalian jika salah satu tanda-tanda hubungan beracun sudah mulai kalian rasakan.

Jika tulisan ini bermanfaat, terapkan, jika tidak (mengutip lirik lagu awkarin) silakan hina aku sepuasnya kalian semua suci aku penuh dosah.