Friday, September 1, 2017

Kukerta, Kaidah Fisika Dan Hati Ini

Sadar ataupun tidak, dunia dan alam semesta ini dipenuhi oleh kaidah-kaidah fisika. Termasuk hati yang rapuh ini.

Waktu Kukerta kemarin, pas di awal-awal terjadi lobi yang masih berlatar belakang tempat di kampus untuk memilih teman dan lokasi penempatan kukerta.

Ada mitos yang terkenal dikalangan mahasiswa bahwa kukerta adalah kisah cinta yang difasilitasi. Dan mitos kedua adalah cewek yang sering di bonceng ketika di tempat kukerta adalah orangnya. Ini posisinya masih mitos. Jangan khawatir.

Kalau sudah sering dibonceng dan kemana-mana sama-sama itu dengan mudah nyambung dengan kaidah fisika tentang gaya. Suatu benda tidak akan bergerak apabila tidak ada gaya yang memaksanya untuk bergerak. Sama halnya dengan kita yang sudah sering berdua ditempat kukerta lalu, tentulah ada gaya atau dorongan agar terjadinya hal tersebut.

Sebagai laki-laki yang baru patah hati dan hampir nyaman sendiri ini, aku berharap sekali kepadamu orang yang ku maksud, kalau iya bilang iya, kalau tidak bilanglah tidak. Jangan kasih renggang. Lepas tak mau, eratpun tidak. Jangan. Karna sakit.

Apalagi disaat boncengan, ingat gak? kamu bertanya kepadaku, kita mau kemana, diteruskan dengan gestur dagu-mu yang tiba-tiba nempel di bahu-ku. Bergetarlah seluruh tubuh walaupun aku berusaha menahan, dan seketika itu ingin sekali ku jawab, Pelaminan! kita akan ke pelaminan.

Tak mampu kujawab seperti itu, akhirnya kita hanya makan di satu tempat. Saat itu aku puaskan diri ini memandang wajahmu yang sedang khusu' makan.

Sekarang, dua bulan lewat masa-masa itu, aku baru merasakan kembali dengan gaya yang lebih besar dari sebelumnya. Kamu tau apa sebabnya? karna sapaanmu yang di chat kemarin itu yang ku anggap sebagai gaya dorong dalam kaidah fisika tadi. Semoga aku salah tentang hal ini. Harusnya tak ku anggap sebagai gaya dorong selebay ini.

Kedepannya aku butuh waktu untuk meyakinkan diriku bahwa aku salah, kita juga punya janji bertemu nanti, disana akan kupastikan bahwa kaidah fisika yang aku rasakan ini keliru.

Kamu tau kenapa aku berharap ini salah? karna aku tau dihatimu masih ada dia, yang kamu ceritakan ke aku waktu itu. Tapi sikapmu membuat aku salah tingkah. Kadang hangat, kadang terlalu dingin.

Dampaknya ke hati ini luar biasa kalau kamu mau tau. Ada satu zat yang ketika chat kita hangat yang memacu jiwa ini untuk juga semangat dalam hidup, untuk berbegas berhasil dalam hidup, untuk bergegas menggandengmu di pelaminan.

Untuk kamu yang kumaksud, selamat malam dari balik aplikasi Blogger anroid. Aku tak sabar ingin menunaikan janji kita bertemu nanti. Akan kupastikan lewat bahasa bola mata indahmu.