Kamis, 28 September 2017

Kita Tidak Lebih Baik dari Setya Novanto

Ramai media sosial setelah beredar foto Ketum Partai Pohon Beringin yang tengah terbaring di Rumah Sakit.

Beragam komentar warganet dalam menanggapi foto tersebut. Ada yang menanggapi secara santai, dan ada juga yang serius sampai-sampai mencari perbedaan dan menelaah alat-alat medis yang tampak dalam foto.

Paling banyak diperhatikan dari foto itu adalah monitor yang sependek pengetahuan saya untuk menunjukkan apakah masih bernyawa atau tidak. Paling mencolok ada tepat di wajah pak Setya Novanto, Masker yang dianggap netizen sebagai masker untuk mengatasi gangguan tidur. Saya kurang paham juga sebenarnya, walaupun suka bolak balik kampus Akper.

Terlepas dari semua alat medis itu dan isu bahwa foto itu hanyalah akting semata. Bahwa ada isu yang juga berkembang sebelum foto itu viral.

Kabarnya, Pak Setya Novanto di tunggu-tunggu oleh KPK atas kasus KTP-elektonik yang saat ini sedang di praperadilan-kan.

Kita semua baca berita dan akhirnya tau bahwa kebiasaan orang kalau mau diperiksa oleh pihak berwenang, alasan yang sering dipakai untuk mangkir adalah sakit.

Itu juga yang sedang dipakai Pak Setya Novanto. Yaa mudah-mudahan sakitnya beneran. Bukan alasan mengulur waktu saja.

Nah, anda dan saya, kita juga pernah memakai trik ini terutama waktu sekolah dulu. Okelah kalau anda tidak mau ngaku, tapi jujur saya pernah memakai trik ini.

Tau sendiri lah, dulu Kerinci masih dingin-dinginnya. Sesekali saya merasa malas datang ke sekolah. Tak perlu pikir panjang, tinggal bikin surat keterangan sakit yang dititip ke teman. Saya sudah bisa hidup leyeh-leyeh hari itu.

Ini lah yang menjadi dasar bawah kita sebenarnya tidak lebih baik dari Pak Setya Novanto. Toh kita juga pernah memakai trik yang beliau pakai sekarang.

Tapi, kita juga sebenarnya juga lebih baik dari Pak Setya Novanto sih. Perasaan pas pakai trik itu untuk menghindari ke sekolah, saya tak sampai sebar foto begitu.