Saturday, September 9, 2017

Kisah Badar dan Jihadnya di Dunia Maya

Sebagai pemuda asli Kerinci yang sadar akan pentingnya politik, Badar juga tak mau kalah ikut dalam dunia yang dianggap oleh sebagian orang haram itu.

Sonia yang sudah 3 tahun dipacari Badar sampai terlupakan gara-gara Badar yang sekarang fokus ke Politik.

Memang sejak beberapa kandidat bakal calon Bupati bermunculan, Badar selalu update informasi dan mengamati sepak terjang setiap kandidat.

Badar bahkan sempat bergabung dengan salah satu kandidat yang dianggapnya potensial untuk memenangkan pemilukada akan datang. Namun Badar keluar dengan alasan kandidat yang ia dukung sebelumnya kurang dekat dengan masyarakat.

Semakin hari Sonia pacarnya semakin merasa dilupakan. Intensitas mereka bertemu pun kian berkurang, dari yang dulunya waktu pacaran dalam seminggu bisa 4 kali, sekarang dalam seminggu bisa sekali atau tidak bertemu sama sekali.

Sonia yang selama ini terbiasa telponan dengan Badar setiap malam mulai gelisah tak menerima telpon lagi. Bahkan untuk mengucapkan selamat tidur pun Badar lupa.

Badar semakin teralihkan oleh politik, di dunia maya, badar sering cek cok dengan pengguna facebook lain tentang sosok pemimpin ideal untuk Kerinci kedepan.

Badar yang kini semester 7, tak gentar berargumen dengan gaya khas anak muda. Dalam berkomentar, ia berusaha sesering mungkin menggunakan bahasa ilmiah. Kata Badar biar terkesan intelektual.

Sonia yang tersisihkan oleh Badar diam-diam mengikuti thread yang ada komentar Badar. Sonia tidak ikut komentar, ia hanya melihat bagaimanna seriusnya Badar dalam dunia politik. Bahkan selama ini Sonia mengira bahwa Badar tak mampu untuk berargumen secerdas itu, sampai Sonia melihat sendiri sepak terjang Badar dalam berargumen.

Sonia tetaplah Sonia, dalam kekagumannya kepada pacarnya itu, terselip rasa rindu ingin bertemu. Namun Sonia berusaha berpikir positif bahwa Badar sesungguhnya sedang berjuang untuk Kerinci karna baginya jarang ada pemuda yang sadar akan politik seperti Badar. Bagaimana tidak, Badar yang dulunya apatis dengan politik, sekarang berubah menjadi kaum milenial yang gencar menyuarakan suara anak muda.

Badar akhirnya menghubungi Sonia setelah ia lelah dengan banyaknya akun anonim yang tidak jelas. Hari itu Badar menjelaskan semua sebab kenapa ia jarang menghubungi Sonia. Dalam pesan WhatsApp, Badar berpesan:

"Dek Sonia, maaf yaa lama nggak abang kasih kabar,, abang sesungguhnya sedang berjihad, kebetulan jalan yang abang pilih adalah jalur politik."

"Iya bang gak apa apa, tapi sebisa mungkin tetap kasih kabar yaa, aku rindu".

"Tentulah, dek. abang sebenarnya juga merindukanmu".

"Iya bang".

"Abangmu ini melihat perkembangan dunia sekarang, kalau anak muda semakin diperhitungkan"

"maksudnya bang?"

"Ya kamu lihat di Jakarta sana ada mbak Tsamara yang sekarang jadi icon kaum milenial yang melek politik, dia cuma ngomong aja di sosial media. nah abang ingin seperti itu dek".

"Iya bang, semoga"

Badar senang Sonia pacarnya bisa mengerti keadaannya. Badar mengakhiri percakapan daring dengan pacarnya dengan ucapan selamat malam.

"yasudah, kamu tidur yaa. abang mau lanjut berjihad. sleep tight my dear"

Sonia tak membalas, kemungkinan ia hanya tersenyum setelah ucapan selamat malam dari Badar tadi.

Badar melanjutkan membalas komentar yang dianggapnya perlu untuk dibalas.

Di pergantian hari tepat pukul 12:00 WIB, Badar menerima SMS dari operator yang isinya pertanda paket internet nya mau segera habis.

Jihad dunia maya Badar pun mau tak mau harus segera terhenti.