Monday, September 4, 2017

Belajar dari Raisa dan Hamish Daud

Sudah pada tau kan Raisa dan Hamish Daud telah berhasil melangsungkan pernikahan mereka kemarin. Gimana tanggapan kamu wahai warganet yang budiman? Biasa aja atau berusaha biasa aja?.

Saya sih biasa aja, tak mau terlalu heboh. Saya takut seandainya terlalu bahas mbak Raisa, netizen langsung menuduh saya tak peduli Rohingya. Padahal kalau anda punya kontak WhatsApp saya, saya bisa dengan sigap klarifikasi.

Sumpah tulisan ini bukan bahas pernikahan Raisa dan Hamish, justru saya mengajak waganet sekalian untuk mengambil pelajaran penting dari keduanya.

Tahukah kamu bahwa Raisa dan Hamish beda 10 tahun? Raisa lahir 1990 sedangkan Hamish Daud lahir 1980. Nah, buat kamu yang masih jomblo atau baru putus, tak usah khawatir, mungkin jodohmu masih SD.

Disamping fakta itu, masih segar difikiran kita kemarin saat Raisa dan Jokowi dalam satu frame foto, sampai kita hafal captionnya. Carilah orang yang memandangmu seperti Raisa memandang Jokowi.

Jokowi sudah undang Raisa ke Istana, dikasih sepeda. Eh, nikahnya sama Hamish. Begitu kira-kira gumam Jokowi. Saya yakin pak jokowi pasti ada kecewa-kecewa-nya walau sedikit. Lah, saat beliau memayungi Raja Salman saja beliau pamrih. Apalagi ini Raisa sudah dikasih sepeda.

Halah, pak Jokowi baru ngasih sepeda saja ngarep, Babang Keenan yang 5 tahun menjaga Raisa saja kalah. So, bisa kita ambil kesimpulan bahwa selama apapun pacaran. Tetap akan ada potensi ditikung oleh yang mapan.

Tapi ada satu pertanyaan lagi yang mengganjal, kenapa Hamish Daud yang rupawannya nauzubillah dihadapan perempuan itu lebih memilih Raisa ketimbang perempuan lain yang lebih fabulous diluar sana.

Prediksi saya, Bang Hamish Daud rupanya tau bagaimana trik hemat budget. Dengan memilih Raisa, Raisa tak perlu repot-repot diundang dengan biaya mahal.

Untuk warganet sekalian, tak usah bersedih dan tak perlu ikut ikutan tagar #HariPatahHatiNasionalJilid2, lah kalau seandainya Raisa tidak sama Hamish Daud, memangnya mau sama warganet sekalian?

Saya yakin Raisa pilih-pilih juga, mana mau dia sama yang suka nyinyirin kehidupan orang.