Tuesday, September 26, 2017

Akankah Kids Zaman Now Ikut Nonton Film G30S/PKI?

September tahun ini memang beda dengan September sebelumnya, walaupun hampir setiap memasuki bulan September isu PKI selalu muncul ke permukaan.

Tahun ini beda karena ada perintah langsung dari jenderal Gatot untuk memutar film itu kembali. Semua kita tau dan membaca bahwa film besutan Arifin C. Noer yang berdurasi​ 3,5 jam itu banyak adegan sadisnya. Pembunuhan sudah pasti, penyayatan dan sebagainya.

Film itu masih diputar di televisi sampai tahun 1998 saja, setelah itu dihentikan.

Nah, sekarang, di zaman yang sudah se-fangkeh ini. Kids zaman now yang sudah dimanjakan oleh film-film barat, berkualitas HD pula dan berbagai efek CGI. Di minta kesadarannya untuk mengingat sejarah kelam indonesia melalui film tersebut.

Saya kemudian pesimis atas perintah jenderal Gatot. Pesimis saya ini didukung oleh nyinyiran yang bertebaran di ranah media sosial.

"ntar aja nontonnya, nunggu yang Blu-Ray nya keluar"

"ah, rating IMDBnya jelek"

"nunggu G30S/PKI reborn dibuat"

Agak aneh memang jika sudah jadi bahan candaan, ditambah durasinya yang selama itu akan membuat kids zaman now buru-buru mencari tombol dislike.

Kebiasaan kids zaman now itu nonton YouTube, kualitas videonya bisa di atur, dan kalau tidak suka di menit-menit pertama, ya langsung ganti ke channel lain. Karena bagi kids zaman now menit-menit awal sebuah video adalah penentuan akan melanjutkan menonton atau tidak.

Kalau film G30S/PKI? Saya khawatirnya kids zaman now labil seperti saat mereka nonton YouTube. Tau sendiri lah betapa moody nya kids zaman now. Bosan dikit buru-buru beralih. Setia dan sabar jadi barang langka.

Kalau sudah moody begitu, susah untuk diharapkan supaya kids zaman now untuk menghayati makna film itu.

Terlepas dari konten dan kualitas film tersebut, diluar sana banyak ex-keluarga PKI menuntut pemerintah minta maaf kepada keluarga korban. Upaya rekonsiliasi yang sampai sekarang masih berupa mimpi. Bagaimana tidak, satu pihak selalu mengklaim mereka lah yang paling teraniaya, paling dirugikan. Pihak lain juga mengklaim serupa.

Padahalkan rekonsiliasi bisa terjadi jika kedua pihak bisa mengakui kesalahan masing-masing. Kalau masih membandingkan jumlah korban, ya akan begini terus setiap tahun.

Pada akhirnya, akankah kids zaman now mampu berdamai dengan mood-nya itu agar menonton film G30S/PKI penuh penghayatan dan melupakan sejenak masalah kualitas HD dan score IMDB?

Atau, kids zaman now malah mengantuk saat film 3,5 jam itu diputar? Suguhkan Kopi Arabika Kerinci untuk mereka.