Thursday, September 14, 2017

4 Rekomendasi Tempat Pacaran di Kerinci, Nomor 10 Gak Ada

Apakah kamu punya pacar? Dimana tempat favorit kalian pacaran?

Kalau kamu tidak punya pacar atau halusnya belum punya, atau lebih halus lagi pacar kamu lagi dijaga sama orang lain. Tos dulu, kita senasib.

Mungkin bagi kamu yang tinggal di kota besar, tempat pacarannya sangatlah gampang ditebak. Paling-paling bioskop, cafe, tempat karaoke, dan berbagai tempat hits lainnya. Ada juga yang sedikit berjiwa literasi memilih perpustakaan sebagai tempat pacaran. Ada.

Terpikirkah oleh kamu seandainya kamu tinggal di desa, kamu bakal pacaran dimana? Nah, berikut saya beberkan beberapa.

Saya, Wara Lofitra, punya sedikit pengamatan tentang hal ini. Memang terkesan tidak penting. Namun saya mengamati hal ini dengan metode kira-kira. Metode kira-kira ala saya ini didukung dengan pengalaman saya melihat langsung anak-anak muda ketjeh dalam melakukan aktivitas pacaran.

Dan mohon maaf metode ini tidak dilengkapi dokumentasi foto. Yakali. Dikira apa saya nanti.

Pertama, Kebun Teh Kayu Aro.
Tak bisa dipungkiri lagi, Kebun Teh Kayu Aro adalah koentji utama saat pilihan tempat pacaran begitu susah untuk ditentukan. Daerah sejuk ini saya tempatkan di daftar pertama karena memang ramai pengunjung untuk melangsungkan aktifitas pacaran. Selama saya kukerta di sana, Ada satu tempat favorit yang sudah teruji di ITB dan IPB. Jalan antara Desa Bento ke Desa Sungai Asam. Disana banyak muda-mudi menjalin kasih sambil menikmati bentangan kebun teh.

Kedua, Hutan Pinus.
Tempat ini bukan hanya favorite anak muda memadu kasih, tapi juga orang dewasa dan keluarga bahagia lainnya. Ditambah lagi dengan beragamnya atribut pendukung selfie yang ada, menjadi tambahan untuk di post di Instagram. Anak-anak yang datang kesini bersama pacar terkasih tentu tak melewakan selfie dengan latar pohon pinus tersebut.

Saya jadi membayangkan apa yang menjadi topik pembicaraan mereka.

"yang, bagus bagus ya pohonnya, tinggi tinggi. kayak anak paskib lagi baris"

"iya, indah banget yaa ciptaan tuhan"

"iya indah banget, yang disamping abang juga salah satu ciptaan Tuhan yang paling indah kok"

"(sambil nyubit) ihh abang bisa ajaa"

Ketiga, Puncak Rindu & Bukit Impian.
Tenang, saya tak melupakan kedua tempat hits ini. Tapi yang jadi pertanyaan saya, kenapa namanya terdengar puitis sekali yaa. hehe.

Tempat satunya punya teman saya, satunya lagi punya orang kampung saya. Masih saja belum paham kenapa dinamai begitu. Oh! Targetnya anak-anak muda sih, makanya dibikin nama begitu. Anak muda kalau sudah ke tempat-tempat begini, tentu tak melewatkan untuk foto-foto. Nah, nantinya pas di aplod. Caption-nya bisa lebih puitis dan bermakna.

"Di Bukit Impian ini aku memimpikan kita berdua menikah tahun depan" begitu kira-kira. Antara foto dan caption memang kadang jaka sembung.

Keempat, Irigasi Sawah.
Memang terdengar kontras dengan sebelumnya. Dari puitis langsung jatuh ke area persawahan. Pengalaman saya membuktikan bahwa pacaran di irigasi sawah memang nyata adanya. Motor  di parkir dengan standar dua, sementara dua sejoli memadu kasih dibaliknya.

Saya jadi menebak-nebak apa topik pembicaraan dua sejoli di irigasi sawah ini.

"beibh, kalau nanti kita nikah, kamu pilih mobil apa buat kita nanti?"

"aku maunya Alphard dong sayang, yang nyaman untuk keluarga dan anak-anak kita, aku gak mau Avanza. apaan mobil kayak gitu bodinya kayak kerupuk. bagusan Alphard ya kan beibh?"

"iya bebih, tapi abis ini kamu bantuin aku nggarap sawah yang sebelah sana yaa, itu sawah keluarga aku. trus dirumah ada kambing, nanti sama-sama kita cari rumput yaa. kalo sawah udah panen, dan kambing terjual buat akikah. duitnya kita beli Alphard deh"

"hihi, kamu so sweet banget, (lalu berpelukan)"

Allahuakbar! pentingnya pendidikan.

Baiklah, saya cukupkan sampai disini. Udah gak kuat. Diatas tadi itu dijamin murah meriah. Tak habis 50 ribu sekali jalan pacaran.

Hidup pacaran gaya agraris!