Rabu, 05 Juli 2017

Jangan Mati Dulu Sebelum ke Kerinci

Kerinci adalah surganya wisata alam, banyak sekali tempat-tempat indah yang ditawarkan kerinci kepada wisatawan. (Wisatawan yaa, bukan pengunjung, lho. Tolong bedakan antara Wisatawan dengan Pengunjung. Beberapa kali ditegaskan oleh Pak Guntur Meydan mengenai perbedaan keduanya.)

Bagi Anda yang belum tau dimana itu Kerinci, silahkan di gugel, lalu ketik "Kerinci". Dan bagi Anda yang belum pernah ke Kerinci, datang dan buktikan bahwa kalimat pertama di tulisan ini memang benar. Saya berani jamin Anda tak akan menyesal dengan kekayaan alam yang dimiliki oleh Kerinci. Indah alamnya memang indah. Saya saja sudah 23 tahun tinggal di Kerinci masih betah-betah saja tuh. Belum ada rencana mau pindah sampai saat ini.

Saya memamg bukan pegiat wisata, hanya bisa menulis di blog yang pribadi ini. Setidaknya Anda yang membaca blog ini bisa kenal Kerinci dari tulisan ini, kan ada juga partisipasi saya untuk kemajuan wisata Kerinci kedepan. Saya berani jamin jika anda datang ke Kerinci, niscaya Anda tak akan menyesal dengan kaya nya alam yang dimiliki oleh Kerinci. Gunungnya, Danaunya, Air Terjunnya, Gua, Danau Kaldera, dan masih banyak lagi.

Sayangnya, Saya belum berani jamin ke Anda para calon wisatawan mengenai biaya parkir dan tiket masuk tempat wisata. Nauzubillah menggelikan sekali.

Lebaran 1438 H kemarin adalah sebuah momen liburan keluarga, lebaran dan liburan memang sukar dipisahkan karna momennya adalah silaturrahmi, selain dengan keluarga, tentu silaturrahmi dengan tempat wisata juga menjadi sunnah muakkad di hari lebaran.

Alhasil, dari momen lebaran tersebut tentu membludaklah tempat wisata di Kerinci. (ditempat lain juga sama sih, tapi saya tak bahas disini, yaiyalah, blog blog siapa. (enak ya punya media sendiri)).

Membludaknya pengunjung tempat wisata ini ternyata tak dibiarkan begitu saja oleh oknum yang biasa menjadi oknum. Berdasarkan keluhan netizen Kerinci yang melaporkan ke akun sosmed mereka dan muncul di dinding sosmed saya, mereka kompak mengeluhkan harga tiket masuk dan parkir yang mengada-ada.

Sampai terdengar ke telinganya Pak Budi S. Isman di Jakarta, dan juga berhasil membuat pegiat wisata seperti Guntur Meydan merasa geli. Bagaimana tidak? mereka yang bergerilya mempromosikan wisata Kerinci, mem-branding Kerinci ke dunia Internasional agar semakin dikenal dan goalnya tentu menggaet wisatawan. Dicoreng dengan mudahnya oleh harga tiket yang tak masuk akal dan biaya parkir yang mengada-ada.

Dan yang lebih menggelikan lagi, ada pejabat pemerintah yang ingin menjadi pahlawan dari balik layar smartphonenya, yang menghubungi kepala dinas via WhatsApp yang kemudian disebar sebagai bukti dia sudah bertindak. Huh, menggelikan sekali.

Ah, baru awal Syawal. Mari bahas yang positif sebagai bukti bahwa Ramadhan adalah bulan pendidikan.

Anak-anak muda Kerinci juga tak kalah kreatif bergerilya dengan membuat kaos oblong bertuliskan kutipan tentang Kerinci. Banyak, Anda bisa pilih kaos kaos oblong unik bertema Kerinci di Padoi milik bang Niko.

Yang menarik sekaligus berani, "Jangan Mati Dulu Sebelum ke Kerinci", berhasil membuat saya senyum simpul jika melihat ada anak muda yang sedang bangga memakai kaos bertuliskan kutipan ini.

Kita seolah akan ditanya malaikat di alam kubur nanti;

"Kamu sudah pernah ke Kerinci?" tanya Malaikat di alam kubur.

"Belum, kata temen-temen saya tiket ke tempat wisatanya mahal, jadi males" balas seoarang Jenazah.

Tuhkan, jadi tidak lucu. Coba kalau tiketnya murah, saya bisa bikin lebih panjang lagi dialog Malaikat dengan Jenazah yang belum pernah ke Kerinci.

Ah, kenapa balik lagi ke masalah tiket mahal coba. Menggangu sekali tiket mahal ini berarti, sampai ke pertanyaan Malaikat di alam kubur.

Sudahlah, Anda Jangan Mati Dulu Sebelum ke Kerinci pokoknya. Nanti setelah tiket dan biaya parkir di Kerinci sama dengan daerah lain, saya kabari anda dengan sebuah tulisan Tawaran Terbaik Dari Orang Kerinci.

Serius, sudah saya siapkan tulisannya jauh-jauh hari, sudah ada di draft, tinggal nunggu momen bagus untuk di publish.

Sekarang pesannya juga masuk sih, jangan mati dulu, coba rasa tiket wisata paling mahal yang ada di Kerinci ini. hihi..

Saya cukupkan tulisan ini sampai disini, karna terganggu biaya tiket dan parkir mahal daritadi.

Salam.
Wara Lofitra.