Friday, June 16, 2017

Universitas Gajah Mada Harus Berubah Nama

Isi sosial media Indonesia memang selalu menarik untuk diikuti, mulai dari flat earth, anti-vaksin, dan sekarang datang lagi Gaj Ahmada.

Bagaimana tak gempar sosial media, judulnya saja huruf besar dengan tiga tanda seru berurutan.

Sebagai tambahan pengetahuan yang tak diajarkan di kampus-kampus untuk anda pembaca, artikel hoax itu bisa dilihat dari seni penulisan judulnya. Biasanya judul yang heboh-heboh itu. Kalau tidak begitu mana mau orang baca.

Namanya juga netizen, terbiasa sama yang namanya cepat menilai, dan kurang inisiatif untuk mencari shahih tidaknya. Tak ada filter atas apa yang netizen baca. Biasanya sih gitu. Coba diingat-ingat lagi soalan flat earth.

Okelah, kalau memang Gaj Ahmada seorang Mulsim dan kerajaan Majapahit adalah kerajaan Islam, kenapa patung Gaj Ahmada selalu tampil dengan telanjang dada. Harusnya beliau menutup aurat.

Atau kalau memang ternyata Gaj Ahmada adalah Muslim, dan kita selama ini terjebak dalam konspirasi penjajah belanda, jangan-jangan nama asli Albert Einstein itu adalah Al-Bari Aniis Tahsin. Siapa tau loh itu nama asli beliau. Hayam Wuruk, ternyata nama aslinya bukan Hayam Wuruk, tapi karna lidah bangsa ini dulunya susah nyebut bahasa asing yang saat kenalan disebut I'm Wuruk tapi terdengar Hayam Wuruk.

Hoam. Netizen Indonesia memang sedang diuji IQ nya.

Kalau memang fakta sejarah selama ini ternyata salah, tentu UGM harus ganti nama jadi IAIN Gaj Ahmada.