Rabu, 14 Juni 2017

Pelajaran Penting Dari Afi Nihaya Faradisa

Sebelum kasus Afi Nihaya Faradisa si penulis yang di bully seluruh Indonesia karena salin tempel tulisan orang lain, saya sebagai blogger atas blog saya sendiri juga tak lepas dari salin tempel karya orang lain.

Dulu sekali, ketika template blog saya belum seperti sekarang, saya memulai sebuah blog dengan semua tulisan 100% punya orang lain. Bedanya adalah waktu itu saya mencantumkan sumber pada bagian akhir tulisan. Karna saya tak seperti Afi yang berani-beraninya tidak mencantumkan sumber tulisan. Ada rasa takut dan rasa betapa tidak bertanggung-jawabnya saya kalau seandainya berani tidak mencantumkan sumber.

Setelah salin tempel tulisan orang lain, saya juga pernah melakukan cloning template blognya Agus Mulyadi. Saat masih bahagia bisa inspect element di browser firefox dan melakukan pencurian css blog orang lain.

Sialnya, saya ketauan sama si Agus Mulyadi langsung, malunya minta ampun. Untunglah mas Agus Mulyadi tak memaki saya waktu itu, mas Agus cuma memberitahu kalau plagiasi itu tidak baik.

Karena saking malunya saya waktu itu, langsung saya ubah ke template blogger dasar dan kemudian meminta maaf dengan menghubungi mas Agus di forum Jamban Blogger.

Alhamdulillah sekarang perangai buruk itu tak saya ulangi, dan tak banyak klarifikasi sebagai pembenaran atas perangai buruk saya itu.

Semua tulisan saya di blog ini saya jamin 100% original, tulisan yang salin tempel sudah saya hapus.

Tentang Afi Nihaya Faradisa yang sedang heboh sekarang, tentu memberikan pelajaran bagus yang bisa di ambil, tingkah afi yang salin tempel tentu saja mengingatkan pada perangai buruk saya dulu.

Afi masih belum dewasa sebagaimana saya dulu, salin tempel merupakan tingkah yang kekanak-kanakan menurut saya. Dan saya berharap Afi bisa lebih dewasa dengan menerima kritikan orang lain kalau tindakannya adalah buruk.

Dan juga yang paling penting adalah pelajaran untuk tetap menulis walaupun belum tentu tulisannya berkelas seperti di mojok. Cukup tidak salin tempel saja.

Makanya tak banyak komentar mengenai Afi di sosmed saya. Karena saya juga dulu begitu, sama seperti anak yang diundang ke istana ini. Tapi perangai buruk saya yang salin tempel alhamdulillah tak sampai diundang ke istana, kalau iya, bisa dibully se-Indonesia seperti Afi, dan saya tak kuat dibully.

Bagaimanapun Afi menghindar lewat pembenaran bahwa semua orang melakukan plagiasi, ia tetap tak akan selamat dari akun lambe turah. Bahkan ketika Afi bilang tulisan "Warisan" saja yang ia plagiat, Lambe Turah dengan segala kemampuan intelijennya mengungkap fakta bahwa masih ada tindakan plagiat yang dilakukan Afi.

Ah, semoga saja Afi Nihaya Faradisa dan semua orang yang masih berkutat dengan plagiat karya orang lain segera sadar.

Namun yang lebih ironis dari kejadian ini adalah, masih banyak diantara kita yang memakai produk KW alias tidak asli, Sistem Operasi bajakan, mengunduh musik bajakan dan bajakan-bajakan lainnya. Itu juga bisa disebut plagiat, kan?

Untuk yang barang KW saya sendiri masih susah untuk move on. Tapi saya punya niat, mungkin pelan-pelan. Hal ini saya buktikan dengan berlangganan sepotifai.

Saya akhiri tulisan ini dengan sebuah harapan, Semoga bisa beli sepatu Nike Original. Aamiin.

Bukankah hal terpenting dari sebuah tindakan adalah niat?