Tuesday, May 2, 2017

Ludo yang Kekinian

Story instagram, status facebook dan media sosial lainnya tengah dipenuhi dengan invitation code untuk masuk table Ludo Bing.
Saya juga sempat menginstalnya di Redmi 3, murni karna penasaran. Sebenarnya kalau sekedar penasaran bisa pinjam ponsel pintar punya teman, tapi saya pilih install, nanti saya uninstall lagi.
Terakhir kali saya main Ludo waktu masih SD, dulu sering main ba'da sekolah, janjian dan ketemuan di salah satu rumah teman. Selain Ludo juga ada Monopoli. Tapi dulu bukan Ludo nama permainannya, entahlah saya lupa.
Sekarang ketika Ludo naik daun, saya sampai lupa aturan mainnya. Makanya saya bilang di awal tadi, murni karna penasaran. Penasaran ingin main lagi.
Tetap saja yang namanya main pakai perangkat keras Ludo asli dan Online itu beda sensasinya. Saya main Ludo dulu mesti janjian dulu, kalau sekarang kan tinggal share aja di sosmed kodenya. Trus sambil main bisa chatting juga. Kalau dulu ngobrol langsung, tatap mukanya langsung.
Ditengah-tengah saya nulis ini, sudah saya uninstall aplikasi Ludo, karna saya baru sadar kalau Ludo itu dalam bahasa Kuvikilan adalah merek Obat Ulat untuk tanaman.
Ludo memang tengah kekinian di kalangan anak muda. Namun di kalangan Petani, Ludo sudah lama jadi primadona untuk pembasmi ulat tanaman. Jadi jika disebut kata Ludo ke Petani yaa Obat Ulat, bukan permainan.
NB: Foto kemasan Ludo dibawah ini saya temui saat membantu warga Desa Sangir, Kecamatan Kayu Aro, Kerinci panen cabai. Selama dua bulan kedepan saya masih kukerta di Desa Sangir.