Senin, 01 Mei 2017

Bahasa Upin-ipin dan Boboiboy

Selama dua bulan kedepan sejak tanggal 10 April lalu, kuliah kerja nyata, saya dan ber-14 orang teman saya ditempatkan di PAUD tepat samping masjid di Desa Sangir, Kecamatan Kayu Aro, Kerinci, Jambi.
Karena tempat kami tinggal adalah PAUD, yang di gunakan belajar pada hari kamis, jumat dan sabtu saja. Ketika anak PAUD belajar, kami dari mahasiswa kukerta boleh bantu bantu ngajar atau sekedar menenangkan anak-anak yang overaktif.
Anak-anak di Desa Sangir ketika pulang sekolah atau hari libur sering main di posko kami.
Anak-anak​ di Desa Sangir mayoritas berbahasa Siulak, namun beberapa anak yang saya temui sangat fasih menirukan upin-ipin dan Boboiboy.
Telinga saya kadang tidak nyaman mendengar anak-anak asli Kerinci ini berbahasa upin-ipin dan Boboiboy. Prihatin sekali.
Pelan-pelan saya dan teman-teman​ akan mempertegas kepada mereka bahwa bahasa Kerinci lebih baik dari bahasa upin-ipin.