Sunday, April 2, 2017

Mencari Jawaban Kuis Telkom Care

Sehabis menonton acara Dr. Zakir Naik di Wesal TV, sambil di temani Gorengan Pisang dan Bakwan plus Kopi Kayo, saya iseng buka facebook melihat temlen hari ini.

Ada macam- macam emosi yang lewat di temlen facebook saya. Mulai dari kabar bunuh diri dengan, teman-teman yang masih membagikan hoax, laman komedi Yoo Bro dan kuis dari laman facebook Telkom Care.

Nah, saya berhenti scroll down tepat pada postingan kuis Telkom Care ini.

Kuis yang di adakan berupa Tebak Gambar, berisi beberapa gambar yang membentuk jawaban dari kuis itu sendiri. Saya memang suka main tebak-tebak gambar seperti ini.

Setelah saya perhatikan beberapa menit dan mikir apa jawabannya, saya putuskan untuk pergi ke kolom komentar, dan berharap saya bisa tau dari seseorang yang lebih jago main tebak gambar daripada saya.

Namun tak sesuai harapan, isi komentarnya penuh keluhan pelanggan terhadap pelayanan dari Telkom IndiHome.



Melihat kolom komentar yang penuh keluhan tersebut, saya teringat masa-masa masih menjadi pelanggan Telkom beberapa tahun lalu. Buka usaha Warnet dan WiFi Mikrotik.

Saya seolah dibawa kembali emosi saat jaringan internet saya tak kunjung diperbaiki oleh pihak Telkom. Ada satu alasan yang sangat sering saya dengar dan amat tidak nyambung. Gangguan Massal.

Melihat komentar yang nyinyir kepada Admin Telkom random yang menjawab sesuai SOP. Saya pernah berperan seperti itu dulu. Kesalnya minta ampun.

Tapi saya tak nyinyir di kolom komentar yang inti utamanya adalah kuis. Saya melampiaskannya di kotak pesan langsung ke Telkom Care, sehingga hanya saya dan adminnya yang baca.

Nah, ketika melihat postingan kuis dan komentarnya penuh keluhan, spontan saya nyengir. Berharap bertemu jawaban, tapi malah baca keluhan.

Di kolom komentar juga saya scroll lagi kebawah, malah makin banyak yang mengeluh atas layanan Telkom.

Akhirnya, setelah mencari dengan teliti, ada juga satu komentar yang tak terpengaruh akan keluhan pelanggan lain. Dia memberikan jawaban atas kuisnya.

Saya ucapkan terima kasih atas komentator yang tetap fokus kepada inti postingan tersebut. Karena beberapa orang ketika ia stuck sama jawaban kuis di medsos, biasanya mencari di kolom komentar.