Sunday, February 26, 2017

Membedakan Pembela Penista Agama dan yang Bukan

Akhir-akhir ini ramai di sosial media sebuah masjid di Setiabudi, Jakarta Selatan. Yang membuat ramai dari pemberitaan dan komentar adalah adanya spanduk yang bertuliskan "Masjid ini tidak mensholatkan jenazah pendukung dan pembela penista agama"

Setelah foto spanduk didepan masjid itu banjir pemberitaan, di setiap kolom komentar yang memberitakan tentang hal ini juga tak luput dari perhatian, tentu ada Netizen yang selalu punya hak untuk menilai apa yang dibacanya. Ada yang mendukung apa yang dikatakan spanduk itu, ada pula yang menertawakan betapa konyolnya isi spanduk tersebut.

Terlepas dari netizen yang menganggap itu konyol, tentu pengurus masjid punya alasan sendiri kenapa tetap memasang nya, alasannya terdapat di surat At-taubah ayat 84 yang berbunyi 'Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik'.

Pengurus masjid bersikeras dengan dasar tersebut diatas, sementara juga masih banyak masyarakat yang menganggap itu konyol dan keterlaluan.

Namun di blog ini saya tak akan memperpanjang perdebatan tentang kuat tidaknya dasar tersebut. melainkan mengajak pembaca yang budiman tentang Bagaimana cara membedakan pendukung penista agama dan yang bukan pendukung penista agama.

Sudah punya jawaban? baiklah kalau belum, saya akan bantu jawab sekaligus opini saya bagaimana cara membedakan keduanya.

Pertama, dari pakaian. Apakah semasa hidup jenazah dalam kesehariannya sering memakai baju kotak-kotak atau baju putih.

Kedua, dari sosial media. Apakah semasa hidup jenazah sering nyinyir di akun sosmednya kepada nasihat ulama atau bukan.

Ketiga, dari Jari. Saat sebelum di kafankan, perhatikan jenazah apakah jarinya membentuk satu jari, dua jari, atau oke oce.

Keempat, tanya jenazahnya. Saat jenazah akan disholatkan, tanya dia coblos nomor berapa pas pilkada kemaren, kalau saat ditanya jenazahnya diam saja, berarti golput.

Nah itulah empat cara praktis membedakan pendukung penista agama dan yang bukan pendukung penista agama.

Terlepas dari kalimat spanduk diatas yang menjadi kontroversi, tak usah khawatir, karna Masjid tidak bisa mensholatkan jenazah, yang mensholatkan adalah orang.