Kamis, 13 Oktober 2016

Untuk Kamu Yang Selalu Merindu

Tidak pernah ada orang yang merencanakan jatuh cinta.

Tidak aku
Kamu
Tidak pula mereka

Pun pada akhirnya kita jatuh jua.

Ingatkah kamu pada hal yang pertama kali membuat mu jatuh cinta? Ayo sebutkan lagi kekaguman mu padaku saat itu!
Sungguh kau bukan orang pertama yang mengatakan itu, tapi yang membuat darah mengalir lebih cepat saat kata itu terucap hanya kau yang bisa.

Ingatkah kamu diskusi panjang kita tentang orang orang yang duduk di kursi eksekutif itu? Bagaimana aku enggan tidur hanya karena kau belum setuju dengan pendapatku ( tidak karena aku belum berhasil meyakinkan mu)

Ingatkah kau betapa gugupnya diri mu ketika mendengar suara ku pertama kali? Jangan bilang tidak gugup karena aku tau suara mu bergetar saat itu

Ingatkah kau tentang tulisan tulisan yang kau rangkai hanya untuk membuat pipiku memanas?

Ah! Mana mungkin kau tak ingat, aku hanya sedang ingin bernostalgia

Lucu. bagaimana rasa sakit dan bahagia bisa berdetak di jantung di saat yang bersamaan.

Lucu. Bagaimana memori bisa menjadi manis dan pahit disaat yang bersamaan.

Lucu. Bagaimana tawa membawa tangis untuk kita.

Lucu. Bagaimana jatuh begitu perih tapi memabukkan

Lucu. Bagaimana kamu menangis tapi justru membuat mu bergantung lebih kuat.

Sayang, kau menangis.
Maaf....
Sayang, kau merintih
Maaf
Sayang, kau merindu
Maaf

Maaf untuk terlalu banyak maaf yang terucap dari bibirku.

Aku pun rindu bagaimana bibirmu membentuk kata kata langsung di depan mataku.

Aku pun rindu bibir mu yang melengkungkan senyum langsung di depan matamu.

Aku rindu bagaimana gelak tawamu terdengar jelas tanpa perantara gelombang gelombang frekuensi ini.

Aku benci. Hangat genggaman tangan mu tak bisa aku rasakan langsung

Aku benci. Desah nafasmu membisikkan kata cinta tak bisa aku kenang langsung

Aku benci. Jantung ku tak berdetak secepat ketika aku bersama mu.

Aku benci. Kupu-kupu itu tak terasa sama sekali.

Sayang, maafkan aku yang berada ribuan kilometer dari mu sehingga kau hanya bisa memandangi gambar-gambar kita dan bukan aku.

Sayang, terima kasih sudah menjadi bagian penting dari perjalanan ku.

Dari : Perempuan yang selalu ingin mempersingkat jarak