Tuesday, April 19, 2016

Bapak Kepo

Entah siapa nama bapak ini, dia pasti orang sekitar kampus saya karna rumahnya masih sekitar kampus dan dia punya kosan. Disamping rumahnya bapak ini, ada tempat abang tukang fotokopi bekerja dan hari itu saya suruh abang fotokopinya mem-fotokopi ijazah yang saya bawa dari rumah.

Tidak banyak yang saya fotokopi, hanya tiga lembar ijazah yang sudah di press akan di palsukan sebanyak masing-masing 10 lembar. Saya nunggu didepan mesin fotokopi dan di depannya mesin fotokopi ada lemari kaca berisi spidol dan pena didalammnya, saya berdiri di depan lemari kacanya.

Tempat fotokopinya dipinggir jalan, jalannya lagi rusak banyak debu, saya biasa saja tidak pakai penutup mulut. Beda dengan anak Akper yang lewat terlihat memakai masker bergambar kartun 2 dimensi.

Ada bapak-bapak yang akan jadi judul postingan blog saya, dia kepo. Setiap ada anak seumuran saya didekatnya, dia selalu bertanya “kamu anak mana?” termasuk saya juga yang ditanya. Ya saya jawab saja saya anak mana. Terus dia cuma membalas dengan ngangguk. Apa maksudnya bapak ini.

Bapak ini kepo lagi, sudah beberapa anak yang keluar masuk rumahnya selalu ditanya hal yang sama, “kamu anak mana?”. Sampai pada satu anak dia menjawab dan menyebutkan nama desa yang jauh dari kampus saya dan masih sekitar Kerinci.

“Tamiyai” Kata seorang anak.
“kamu ngekost dimana?” Balas si bapak melanjutkan.
“di jembatan satu, pak” Kata si anak lagi.
“oh, iya. Kalau ada anak desa kamu atau teman kamu yang lagi nyari tempat kost, suruh dia kesini ya” Kata si bapak membalas.
Anak ini hanya mengangguk lalu pergi ke arah kampus saya. Dan akhirnya saya tau kenapa si bapak selalu bertanya begitu, ada kamar kosong di kost-annya mungkin.

Abang fotokopinya sudah selesai. “Rp.5000” Kata abangnya. Saya keruk saku kanan saya yang berisi uang pas Rp.5000. Saya masukkan ijazah asli dan ijazah palsu kedalam tas untuk kemudian ke bagian akademik kampus.