Senin, 08 Februari 2016

Tidak Niat Jatuh Cinta

Aku mengenalnya pertama kali dari sebuah situs chat acak terkenal di dunia maya sekitar dua tahun lalu. Aku memperkenalkan diri begitu pula dengannya, kami saling memperkenalkan diri, ya layaknya orang baru kenal.

Tak lama setelahnya proses perkenalan kami berlanjut sampai ke aplikasi chat yang lebih private, membutuhkan aplikasi khusus yang pake username begitu.

Obrolan kami kian hangat di aplikasi chat ini, aku yang dulu jarang beli kuota internet untuk hape jadi sering beli hanya karena tidak mau ketinggalan obrolan dengannya. Karena memang hanya dengan aplikasi chat itulah kami berdua dapat terhubung.

Bahan obrolan kami disana beragam, mulai dari masalah ekonomi, sosial budaya sampai masalah politik pun tak sengaja kami bahas, karena memang tahun kami pertama kenal itu adalah tahun politik kata para pengamat politik di televisi.

Dia yang masih berumur 16 tahun waktu itu tak sungkan mengemukakan pendapatnya kepadaku tentang siapa yang sebaiknya memimpin Indonesia 5 tahun ke depan. Aku tentu tak apa karena aku juga butuh pendapat lain tentang kedua calon presiden itu. Dan setelah aku pahami pendapatnya pilihanku terpengaruh oleh anak umur 16 tahun yang belum punya hak pilih.

Sudah banyak pembicaraan kami yang membahas perkara serius begitu. Sampai saatnya tiba, aku baru mengunduh aplikasi untuk membuat quote secara instan. Hanya bermodal kata-kata keren lalu di beri latar gradasi dan dengan font yang sedemikian rupa beragamnya, aku telah berhasil membuat satu file berformat .jpg dengan berisi kutipan. Karena waktu itu aku masih mengobrol dengan si dia, iseng ku kirim gambar kutipan yang telah ku buat tadi.

Terus dan terus. Dan mendapat sambutan positif dari dia tentunya. Akhirnya aku memberikan gambar kutipan yang beda dari sebelummya berupa kutipan tentang cinta yang isinya lebih ke ajakan untuk bersama.

Disinilah awal mula aku jadi salah tingkah, gambar yang terakhir direspon dengan kalimat “Itu serius atau gombal?”. Aku terdiam sebentar tak tau mau balas apa bagusnya. Akhirnya keluar hasil ketikan tanganku kira-kira begini: “ya kalo kamunya anggap ini serius ya serius, kalo gombal ya gombal” begitu hasil ketikanku. Tak lama setelahnya dia menjawab “Yaudah serius aja”.

Aku tak ingat apa yang aku ketik lagi setelah itu, antara senang dan aneh rasanya yang pasti, gede rasa setelah melihat ketikan balasan darinya.