Thursday, January 21, 2016

Kita Bukan Buah-Buahan

Walaupun sama-sama masuk dalam kategori makhluk hidup, manusia dan buah-buahan tentu juga punya perbedaan, diantara perbedaannya yang mencolok adalah: buah dapat dibikin jus, sedangkan manusia tidak bisa.

Selama ini manusia sering disamakan dengan buah, sampai ada kalimat terkenal untuk menggambarkan bahwa manusia mirip buah. Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Dalam kalimat tersebut manusia seolah-olah disamakan dengan buah, mewarisi sifat dari muasalnya.


Kalimat tersebut tidak salah. Kita hanya harus memahaminya dalam segi genetika saja, namun sifat atau perilaku tidak termasuk. Menurut satu artikel yang saya baca di sebuah situs bertema ‘tanya dokter’, Genetika memang diwariskan dari induk, berbeda dengan sifat dan perilaku yang dibentuk selain dari induk, juga dari lingkungan sekitar.

Kita memang bukan buah-buahan. Buah ketika jatuh, itu artinya buah tersebut sudah tidak punya pasokan air lagi akibat dari terputus dari ranting pohon. Tapi untuk manusia ketika emak kita melahirkan, maka yang keluar adalah individu baru yang siap menghadapi hidup baru, yang siap terhembus oleh angin realita kehidupan.

Lalu muncul suara dari belakang:
memangnya siapa yang bilang manusia adalah buah? dasar blogger stress!!