Minggu, 15 November 2015

Jerry, Sikapnya Sudah Otomatis

Jerry namanya, dia berusia 7 tahun di kelas 1 SD Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit, Sungai Penuh. Jerry sering datang ke warnet saya setelah ia pulang dari sekolahnya. Karena jerry masih kelas 1 SD, ia termasuk dalam golongan anak-anak yang pulang lebih dulu dari yang lain.

Jerry tak seperti kebanyakan anak yang datang ke warnet untuk bermain game flash masak-masak atau balapan. Jerry kadang datang untuk melihat-lihat saja serunya anak lain bermain. Kadang saya menggunakan jasanya untuk membeli makanan ringan di warung terdekat.

Namun begitu saya tak sekedar menyuruhnya saja, setelah dia pulang dari warung membelikan saya makanan, Jerry saya beri pilihan atas jasa yang dia berikan, apakah dia mau upah berupa uang atau dia mau bermain di salah satu bilik warnet saja.

Jerry masih anak-anak, dia belum terlalu butuh uang, selalu saja dia memilih bermain di salah satu bilik setelah saya beri dia pilihan.

Suatu hari Jerry yang malah meminta apakah ada yang bisa dia bantu untuk saya, saat dia bertanya saya merasa tak butuh bantuan dia. Saya paham maksud Jerry saat itu, dia mau bermain gratis di warnet saya. Jerry anak yang baik. Dia berpikir bagaimana caranya bermain gratis dengan memberikan jasanya.

Saya paham maksud Jerry, Jerry saya minta mencarikan beberapa sampah makan di sekitar bilik warnet. Jerry pun meng-iya-kan. Dan langsung mencari beberapa sampah makanan bekas anak-anak lain. Jerry membuangnya sesuai arahan saya, Jerry kembali ke hadapan saya berkata: Sudah!.

Jerry saya bolehkan bermain gratis lagi. Jerry tak harus pakai uang seperti anak-anak lain kalau mau bermain di warnet saya. Modus Jerry terulang setiap hari. Hari ini dia punya selembar uang dua ribu dan masuk ke warnet saya. Jerry dengan sendirinya mengambil sampah di dalam bilik tempat dia akan bermain, tanpa saya minta.

Jerry dan Peno