Monday, November 30, 2015

Diinjak Oleh Anak Gaul

Beberapa waktu yang lalu, ramai diperbincangkan di media sosial tentang kebun bunga Amaryllis yang diinjak pengunjung. Tuduhannya mengarah ke pengunjung yang gaul.

Seperti biasa, setiap ada kejadian yang heboh begini di Indonesia akan timbul umpan balik dari pengguna media sosial. Umpan balik yang berupa bully kepada anak gaul yang berkunjung kesana. Semua orang di media sosial mendadak moralis setelah melihat bunga-bunga di injak oleh anak gaul bersenjatakan tongkat selfie diatasnya.


Dalam ranah media sosial, tak usahlah anak-anak gaul yang jadi contoh, saya saja masih suka mem-bully. Dan kalau saja kebun bunga itu dekat rumah saya pun saya akan berbuat seperti anak gaul itu, tapi sayangnya saya kurang suka selfie karena saya sadar muka saya tak instagram-able.

Makna yang dapat saya petik dari kejadian anak gaul nginjak bunga tersebut adalah Betapa sakitnya diinjak. Apalagi melihat mereka selfie berdua dengan pacarnya, itu rasanya kurang lebih sama seperti diinjak-injak jika yang melihatnya orang-orang LDR seperti saya ini.

Apalagi yang melihatnya adalah Jomblo. Saya pun paham betul bagaimana rasanya jika jomblo yang melihat anak gaul selfie dengan pacarnya sambil nginjak bunga. Sakit. Nasib para jomblo dan bunga hampir sama. Sama-sama diinjak. Diinjak oleh anak gaul.