Wednesday, July 8, 2015

Berkumur di Bulan Ramadhan, Bolehkah?

Alkisah, di suatu desa terbitlah matahari diwaktu pagi dan tenggelam di waktu sore :v . seluruh warga desa menunggu waktu berbuka puasa yang biasanya berbarengan dengan masuknya sholat maghrib. Biasanya lagi, sehabis maghrib orang-orang desa pergi menunaikan sholat isya dan tarawih di masjid setempat.

Di desa itu memang terkenal dengan jomblo yang banyak dan semakin berkembangbiak di bulan ramadhan ini. padahal jumlah laki-laki dan perempuan di desa itu hampir sama banyak, tetapi kaum perempuannya lebih memilih pacaran dengan warga desa sebelah. :v


Saat muadzin mengumandangkan adzan untuk sholat isya, semua warga desa termasuk para jomblonya (yang laki-laki khususnya) sudah datang lebih awal sebelum adzan, memang warga disana terkenal disiplin waktu.

Selang sholat isya berlangsung, tidak ada yang aneh sama sekali, semua berjalan sebagaimana biasanya. Imamnya juga khusu’, makmumnya juga tidak ada yang sambil main mercon. Semuanya seperti biasa.

Seusai sholat isya, seperti biasanya juga akan ada berupa selingan antara isya dan tarawih. Yaitu ceramah agama oleh ustadz yang telah ditunjuk.

Malam itu, penceramah membahas tentang apa saja yang tidak boleh dilakukan saat puasa, apa saja yang makruh dan apa saja yang wajib dilakukan. Semuanya dijelaskan secara rinci oleh ustadz penceramah.
“Jadi, itu lah beberapa hal yang wajib kita jalani di bulan Ramadhan ini, ada yang mau ditanyakan?” begitu kata pak Ustadz.

Niatnya pak ustadz memberikan pertanyaan hanya iseng saja. Karena memang sudah masuk untuk sholat tarawih dan witir. Namun (cie namun cie) seoarang jamaah yang masih jomblo tiba-tiba menanggapi pertanyaan iseng pak ustadz.
“saya mau bertanya pak ustadz!” begitu katanya.
“iya silakan,” pak ustadz memberi kesempatan.
“Assalamu’alaikum pak ustadz! kalo kita lagi puasa, boleh ngga sih berkumur pake kuah rendang..??”

Semua hadirin tampak serius mau mendengar jawaban dari pak ustadz.
“Wa’alaikumsalam, saudaraku yang dirahmati oleh Allah SWT. Saat kita puasa, hendaknya kita berkumur dengan yang tidak memiliki rasa. Terutama rasa ingin memiliki dan rasa yang dulu pernah ada..” begitu jawaban pak ustadz yang ditunggu-tunggu."

Sontak, semua jamaah tertawa sambil melihat ke pemuda jomblo yang bertanya tadi. Kemudian pak ustadz menutup ceramahnya. Muadzin memanggil untuk sholat tarawih dan suasana kembali kondusif.