Tuesday, June 16, 2015

Efektifitas dalam Fungsi Komunikasi

Beberapa waktu yang lalu, teman saya bertanya perihal kontak yang dapat ia hubungi saat saya diperlukan. Ya, saya akan di perlukan menjelang bulan Ramadhan nanti. Bukan karna saya akan memberi ceramah antara sholat isya dan tarawih, bukan.

Saya akan diperlukan lantaran Ramadhan tahun lalu saya sekretarisnya, itu merupakan posisi penting setelah ketua dan wakil. Tentulah semua data saya yang pegang. Sedikit informasi, bahwa setiap bulan Ramadhan di desa saya diadakan perlombaan untuk anak TK, SD, dan SMP.

Perlombaannya tentu seputar agama, Baca Al-Qur-an, Baca Do’a, Sholat (aneh ya, sholat kok jadi perlombaan :v), Cerdas cermat, dan lain sebagainya yang bisa di lombakan tanpa melanggar syariat Islam.

Kembali ke teman saya yang kemarin, Joko namanya, ia terpilih sebagai ketua panitia kegiatan bulan suci Ramadhan tahun ini, ia bertanya kepada saya kontak BBM (BlackBerry Messenger) punya saya.

“war, bapo pin BB mpong?” begitu tanya Joko kepada saya.
“whoaa, ndak ado pake BBM ko”. balas saya kepada Joko.
“Selain BBM?, facebook? Line?” tanya Joko melanjutkan.
“dak ado galo akau maki ituh ngak mpo kato, nomer hape bae lah atau whatsapp” balas saya lagi.

Akhirnya saya mendiktekan nomer hape saya kepada Joko dan ia pun pelan pelan mengetiknya. Kontak saya akan banyak diperlukan untuk konsultasi nanti.


Alamat kontak memang diperlukan, namun apa jadinya kalau kontak kita kebanyakan? Banyak dalam artian Masihkah berfungsi sebagai alamat kontak yang bisa dihubungi, palingan akan jadi bahan pamer saja.

Cukup yang pokoknya saja, seperti nomer hape atau kalau mau ditambah dengan sosial media hanya beberapa saja. Jangan kebanyakan, nanti kita sendiri yag repot.

Sudahlah punya banyak sosial media, habis uang untuk beli paket data, cuma untuk melihat timeline yang isinya juga belum tentu mengubah real-life kita. Syukur-syukur kalau nambah teman, tapi kalau teman di media sosial apa gunanya kalau nanti ada apa-apa dengan kita, yang jenguk juga hanya hitungan jari saja. Selebihnya memberi ucapan, lewat udara.

Kita ini terlalu menjadi bangsa pengguna, terlalu konsumtif. Harusnya kita mengutamakan fungsi, bukan gengsi.

Komunikasi efektif itu adalah kemampuan kita untuk mendayagunakan sesuatu secara tepat sesuai dengan standar yang jelas dan dapat diterima secara universal. Punya banyak akun sosial media boleh, tapi, dimanfaatkan sebaik mungkin, misalnya dengan berjualan online. Itu baru efektif.

Jadi, sodara-sodara, gunakan sosial media anda sesuai kebutuhan, kalau ndak butuh ya jangan di install. nambah berat hape saja nantinya. Coba cek, anda punya berapa sosial media, apakah semuanya anda terpakai dengan efektif?