Monday, April 13, 2015

Pace Marah

Suatu malam, pace Bertus pergi mau mencuri. Ternyata rumah yang akan dicuri sudah dikasih pagar yang tinggi.

Dalam hati Pace Bertus:

“Ko kira sa tara bisa mencuri kah? Biar ko kasih tembok, sa masih tetap bisa panjat ko punya tembok. Ko liat saja.”
Lalu Pace Bertus memanjat pagar yang tinggi itu. Dan Pace ketahuan.
Pemilik rumah teriak:
“Hei, maling kah? Ko cepat turun!”
Pace kaget, dan hampir jatuh. Lalu Pace balik marah ke Pemilik rumah.

“Hei bapa! Coba ko punya cara tegur itu yang baik kah? Memang sa pencuri, kalo ko teriak, sa kaget. Trus sa jatuh, siapa yang mau bayar ongkos rumah sakit? Sa punya anak, siapa yang kasih makan? Sa to belum mencuri, sa baru lewat ko punya pagar baru ko sudah teriak.”

gambar: dari serial mop papua di youtube