Sabtu, 18 April 2015

Dibalik Seramnya Ibu-Ibu Bawa Motor

Heboh begal sudah hampir tidak ada, heboh batu akik juga hampir hilang sehingga pencurian atas batu akik juga kian berkurang, karena batu akik hanya tren sesaat saja yang kurang cocok dijadikan objek investasi. Untunglah saya tidak ikut-ikutan investasi ke batu akik, karena pengamat melihat batu akik hanya tren sesaat, lebih baik investasi ke emas atau tanah daripada ke batu akik. Namun begitu, sesuai judul post ini, yang akan saya bahas bukannya batu akik ataupun begal, melainkan (cie melainkan) sesuatu yang seram sekarang yaitu Ibu-Ibu bawa motor.

Di Indonesia sendiri jumlah pengendara roda dua lebih banyak dari pengendara roda empat, tentulah keseharian manusia Indonesia pernah menjumpai pengendara motor yang membuat kesal, yaa dulu ada geng motor yang membuat resah, sempat begal juga kemaren yang ikut meramaikan, sekarang ditambah lagi Ibu-Ibu bawa motor.

Bukannya apa-apa, alasan orang-orang termasuk saya takut sama ibu-ibu bawa motor adalah karena kurangnya perhatian ibu-ibu pada tanda yang diberikan motornya pada pengendara lain. katakanlah ketika ibu-ibu mau belok ke kiri, orang dibelakang ibu-ibu ini sudah memperkirakan bagaimana hendak berbelok atau melampaui si ibu ini. namun sayang seribu sayang, tanda belok ke kiri ternyata salah besar, ibu-ibunya malah belok ke kanan secara mendadak.


Apasih faktor pendorong banyaknya ibu-ibu bawa motor yang kurang memperhatikan tanda mau belok? lantas kenapa ibu-ibu yang sebenarnya pada posisi bersalah malah marah-marah ?. saya berpandangan seperti ini:

Pertama
Kalau ibu-ibu yang anda temui di jalan membawa barang dagangan, ibu-ibu ini saya kategorikan sebagai pekerja keras, ia merasa gaji suaminya belum cukup untuk hidup keluarganya. sehingga ibu-ibu tipe ini memilih untuk berjuang sebisanya membantu suami yang juga bekerja.

Kedua
Kalau ibu-ibu yang anda temui di jalan tidak membawa apa-apa, tetapi kelihatan punya tujuan yang jelas atau sebagainya, anggap saja lah menjemput anaknya dari sekolah, mungkin masuk dalam kategori ibu-ibu penjaga atau penyayang, saking sayang sama anaknya sampai lupa memperhatikan lampu samping kendaraan.

Ketiga
Kalau ibu-ibunya agak sekseh, ini barangkali kurang dapat jatah belaian dari suami dirumah. jadi ibu-ibunya tebar pesona di jalan raya, saat ada belokan sengaja memberi petunjuk yang salah, agar bisa terjadi semacam kecelakaan kecil yang nantinya diharapkan kejadiannya seperti di sinetron, lalu saling benci yang kemudian saling sayang.

Mungkin kalau ada tipe ibu-ibu bawa motor lain yang belum saya tau bisa di tulis di kolom komentar. Untuk ibu-ibu bawa motor yang marah-marah setelah salah kasih kode, sebagai anak muda nan berbudi luhur, janganlah melawan, akui saja kita salah walaupun sebenarnya tidak. Karena mungkin saja mereka masuk kaegori pertama atau kedua. Jika saja mungkin kategori ke tiga, saya serahkan kepada anda untuk menindaklanjutinya.