Sunday, February 22, 2015

Hidup Indah Bila Mencari Berkah

Ini bukan tentang kisah hidup si Indah yang lalu lalang mencari berkah melainkan sebuah representasi dari judul lagunya Wali Band tentang seruan untuk mencari berkah dalam hidup selain mencari jodoh dan mencari rezeki. Berkah; Berkat, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan. Semua yang manusia lakukan hendaklah perbuatan yang baik bagi orang lain sehingga mendatangkan berkah bagi manusia itu sendiri.

Nah, kebiasaan orang Indonesia yang paling sering adalah nongkrong di warung, entah warung tegal, warung remang-remang, ataupun warung internet. Intinya orang indonesia suka nongkrong. Walaupun sudah bekerja sekalipun, ditempat kerja bisa jadi tempat nongkrong rutin setiap pagi sebelum memulai bekerja. Apalagi akhir-akhir ini ramai diperbincangkan tentang batu cincin yang rupa-rupa warnanya dan rupa-rupa pula harganya. Otomatis ini akan jadi bahan omongan ketika nongkrong.

Sebagai orang Islam, ada baiknya kita tidak hanya sekedar nongkrong saja sambil makan-makan atau sekedar duduk bersama teman-teman. Orang islam hendaknya sehari-sehari selalu mencari berkah Allah swt. Tak masalah jika hanya nongkrong, namun yang mesti diubah adalah topik bahasan ketika nongkrong. Apa salahnya jika kita memulai dengan bahasan seputar agama. Ngobrol tentang agama jelas bermanfaat daripada ngobrol tentang batu, setidaknya kita akan lebih tau tentang agama yang kita anut.

Apa pasal saya membahas tentang ini?. Begini saudara-saudara, saya Wara Lofitra baru saja bergabung dengan sebuah kelompok kecil yang ngobrol seputar agama Islam, mereka menyebutnya Liqo’. Yaitu kegiatan mirip pengajian yang tidak sekedar pengajian. di dalam Liqo’ sendiri terdapat Murabbi yang bisa dikatakan sebagai pemimpin kelompok kecil ini yang membimbing para anggotanya agar punya pengetahuan lebih tentang Islam. Beda dengan penceramah.


Saya tadi sempat bilang “Pengajian yang bukan sekedar pengajian” karena memang di dalam Liqo’ ini seperti nongkrong yang jelas. Ada semacam kontrol diri yang begitu berguna agar tidak sia-sia saja waktu yang kita lalui.

Saya bergabung, atas rekomendasi abang sepupu saya yang juga ikut Liqo’ dulunya. Dia bilang, daripada ngeblog terus, duduk depan kompi mending ikut Liqo’, bertambah juga pengetahuan mengenai Islam.

Jadi, kalau anda juga merasa ngeblog terus dan banyak waktu luang, mending ikut Liqo’. Siapa tau banyak inspirasi untuk membuat tulisan di blog. Daripada nulis tentang batu cincin terus?