Minggu, 11 Januari 2015

Tidak Boleh Minta Oleh-oleh

Ketika ada kerabat atau teman kita yang hendak keluar kota, entah itu liburan atau sekedar mengunjungi suatu tempat, yang biasa kita ucapkan bukan do’a agar selamat dalam perjalanan, namun malah kalimat bernada meminta dan mengharapkan berupa hadiah setelah teman atau kerabat kita pulang nantinya.
"Bro, nanti pulang dari Australi bawa oleh-oleh ya! Kalo boleh sih, gue maunya anak kangguru.
Bro, nanti pulang dari Bali bawain gue pasir pantai kuta yaa, mau nyobain pasirnya."

Tidak ada yang melarang saat kita meminta oleh-oleh, kecuali teman kita yang berangkat berani mengatakan kalimat penolakan, tapi saya pikir jarang ada yang menolak jika diminta dibawakan oleh-oleh, karna segan dan gengsi juga.



Kebiasaan meminta dibawakan oleh-oleh didukung dengan adanya oleh-oleh khas dari setiap daerah, yang biasa berupa makanan dan kerajinan tangan. Karna ada rasa ingin memiliki barang-barang yang unik ataupun makanan khas daerah tanpa harus ke daerahnya asalnya, maka orang akan memesan ketika ada kerabat yang kesana. Dalam bahasa jurnalistiknya, aji mumpung.

Kenapa tidak boleh meminta oleh-oleh?

Ada beberapa alasan kenapa jangan membiasakan meminta oleh-oleh diantaranya:

1. Kondisi Keuangan
Kita tidak tau ada apa dibalik jalan-jalannya seorang, entah dalam keadaan menjalankan tugas, liburan atau kunjungan kerja. Kalau liburan, kita mengganggu liburnya. kalau kunjungan kerja, kita juga mengganggu. Lagi pula kondisi keuangan orang lain kita tidak tau, dari luar memang kelihatan ber-uang, tapi siapa kira didalamnya lagi berhemat.

2. Menitipkan
Kadang kita sebagai manusia suka tidak tahu diri, sudahlah menitipkan oleh-oleh eh uang buat beli oleh-olehnya tidak ikut dititipkan. Apalagi minta oleh-olehnya yang mahal-mahal. Yang pergi malah nambah pikiran buat berhemat.

3. Banyak Mau
Nah ini yang kurang ajar namanya, sudahlah tidak peduli kondisi keuangan, menitipkan oleh-oleh, malah banyak maunya.

Jadi, kita sebagai orang yang tetap tinggal dirumah jangan suka menitipkan oleh-oleh, tidak dilarang tapi sebaiknya jangan. Sikap kita yang tetap tinggal adalah beryukur kalau dibawakan oleh-oleh.


*****
Mak, nanti pulang pengajian nggak usah beli-in Otong mie ayam pak Sukiman lagi yaa..
Otong takut ngabisin uang emak,
Kalau emak beli-in ya gak apa apa,
Tapi Otong gak bakalan minta dibeliin lagi, mak.
Kalau Otong mau biar Otong aja yang beli sendiri..
Otong minta maaf sama emak.
Otong udah sering banget nitipin mie ayam
Padahal emak capek abis dari pengajian.
Otong sayang emak. 
_Kutipan chat BBM Otong kepada emaknya setelah membaca postingan blog catatanwara