Tuesday, October 28, 2014

Teknik Usir Halus

Mengawali pagi dengan bangun terlebih dahulu, sholat shubuh, menyapa kekasih hati lewat pesan singkat, lalu ber-internetan ria sementara menghabiskan quota malam. Kemudian saya bersiap mandi untuk berangkat kuliah. Hari ini saya ada kuliah jam 9 dengan mata pelajaran Statistik dan dilanjutkan dengan Manajemen Sumber Daya Manusia. Saya datang 30 menit lebih cepat dari jadwal belajar, semuanya berjalan seperti biasa tidak ada yang istimewa pagi ini, semuanya biasa.

Tiba di kampus, saya dihadapkan oleh kedua teman yang bertanya tentang tugas mata pelajaran Manajemen Sumber Daya Manusia. Mereka mengajak ke Labor Bahasa yang biasanya ramai oleh mahasiswa karena tersedia fasilitas WiFi yang cukup kencang. Sambil berjalan menuju Labor Bahasa, kedua teman saya ternyata sudah ketempat ini kedua kalinya pagi ini.

Setelah sampai, ada sesosok mahasiswi berjilbab yang tingkahnya cukup aneh di pojok ruangan yang ada colokannya. Kami bertiga pura-pura tidak memperdulikan padahal kami lumayan terganggu dengan tawanya. Usut punya usut (baca: setelah di usut-usut) ternyata si mahasiswi ini sedang membuka aplikasi video call yaitu skype.


Tingkah orang yang sedang video call memang terlihat gila, apalagi kami melihatnya dari sisi belakang laptopnya. Kadang tertawa, tiba-tiba diam, terwata lagi. Syukur kalau tertawanya pelan, nah ini sudah mengganggu mahasiswa lain. Untunglah, tiba niat jahat saya mengerjai si mahasiswi semester lima ini. Dengan berbekal pengetahuan masuk ke 192.168.1.1 saya mencoba memberikan kata kunci pada WiFi sehingga skype-annya terputus. Memang sebuah ide jahil yang briliant. Tapi ini demi kemaslahatan mahasiswa lain yang merasa terganggu. 

Selesai memberikan kata kunci WiFi, terdengar suara mahasiswi semester lima itu berkata “WiFi-nya mati ya dek?”, “iya kali kak, tiba-tiba mati nih”. Semua mahasiswa yang bukan teman saya juga kena imbasnya karna internet mereka terputus.

Saya merasa kasian juga melihat perbuatan saya yang bisa tiba-tiba membuat kening berkerut. Tapi tak apa lah, sekali lagi demi kemaslahatan mahasiswa lain teknik usir halus ini saya terapkan. Dan hasilnya, tak lama kemudian mahasiswi semester lima ini mencabut charge-rannya dan menutup laptop kemudian pergi. Kami pun ber-internetan dengan aman tentram tanpa ada suara tertawa tiba-tiba.