Kamis, 02 Oktober 2014

Menjawab Pertanyaan ‘Internet Cepat Buat Apa?’

Di salah satu siang yang sebagian orang pada tidur siang, datanglah seorang Salesman yang tampak ingin bertamu ke rumah saya. Kira-kira tinggi badannya 165 cm. Awalnya saya kira maksud kedatangan sales ini hanya ingin bertamu, eh taunya malah menawarkan alat terapis yang bermerek Saiki (merek samaran).

ilustrasi
Kata si sales ini sih, alat terapis ini sangat cocok untuk orang yang lelah bekerja dan membutuhkan relaksasi otot, otot manapun bisa di buat manja dengan alat ini, kata si sales itu. Saya sempat berpikiran kotor ketika mendengar kata ‘otot manapun’. Si sales mempraktekkan alatnya pada abak saya. Yaa, alatnya memang bekerja dengan baik, hanya dibutuhkan baterai R6 P 1.5 V sebanyak dua buah. Abak saya mulai tertarik setelah dicobakan ke punggungnya.

Kata si sales ini lagi, alat ini tidak dijual. Lah? Trus ngapain dia capek-capek ke rumah saya bawa alat beginian kalo ngga dijual?. Saya mulai curiga di bagian dia bilang tidak untuk dijual. Kemudian si salesnya melanjutkan, untuk bisa memiliki alat terapis itu harus memiliki salah satu produk dari Caplang. Jika punya produk caplang apa saja, maka berhak atas alat ini, yang harga aslinya versi abang sales ini senilai Rp.1.000.000 saja, katanya. Lanjutnya lagi, karna ini momen spesial dan saya punya produk dari caplang (berupa minyak angin) maka saya berhak atas alat ini dengan hanya membayar Rp.200.000 saja sebagai ongkos jalan katanya.

Saya langsung masuk kamar dan ambil hape, buka internet explorer dan mencari harga sebenarnya dari produk terapis itu karna tidak percaya. Saya ketik “harga alat terapis merek Saiki”. Karna internet saya cepat, hasilnya tentu langsung keluar. Ternyata eh ternyata harganya cuma Rp.45.000 saja. Iya, Rp.45.000 saja. Sudah berapa kali lipat tuh sampe Rp.200.000 versi abang salesnya. Saya lalu keluar, dan bilang kalau harganya bukan semahal itu. Abang salesnya bersikeras harganya emang segitu. Saya lalu menunjukkan layar monitor hape saya, abang salesnya terdiam sejenak. Lalu minta izin pulang. 

“Ya Allah, ampunilah abang-abang sales itu, yang bermaksud menjual alat terapis tetapi di jalan yang Kau haramkan yaitu riba”.

*******

Bayangkan! Bayangkan kalau internet saya tidak cepat dan uang saya lepas Rp.200.000 saat itu. Uang segitu kan lumayan juga buat beli paket internet. setelah beli paket internet, saya bisa bikin posting tentang ini.