Rabu, 22 Oktober 2014

Marah-marah di Lampu Merah

Karna judulnya ada kata marah saya jadi ingin marah sama blog ini dulu,

“Blog macam apa ini! postingan selama dua bulannya cuma ada dua, siapa sih empunya blog ini! gak produktif banget jadi blogger! Dasar blogger bego!”

Okeh! Udah rada lega dikit, enak juga ya marah marah sama blog sendiri :v

Apasih untungnya marah? Gak ada untungnya kan? Kalo mau untung ya jualan atau bikin usaha yang bisa menghasilkan uang. Itu baru untung.

Kemarin pas di lampu merah (bukan lampu merah woi! Lampu lalu lintas! (tuhkan marah lagi)), banyak sekali orang-orang yang suka marah tiba-tiba. Iya, di lampu merah adalah ajang untuk mengetes kesabaran para pengguna kendaraan. Banyak hal yang bisa bikin kita marah ketika di lampu merah.


Diantaranya adalah marah karna orang yang didepan tidak sadar kalau lampu hijau sudah menyala. Ya, bisa jadi karna posisinya yang terlalu didepan, sehingga sulit melihat posisi lampu yang tinggi. Atau bisa jadi karna yang didepan memang tidak memperhatikan. Toh nantinya bakal dikasih tau juga pake klakson.

Iya kalau ada orang dibelakang, kalau cuma kita sendiri yang lagi di lampu merah? disana aja selamanya. Tapi jarang ada sih, kalau lagi sendiri langsung tancap gas saja. Tinggal kasih uang damai kalau seandainya ditilang. atau kalau tidak mau damai, panggil saja kerabat yang sudah jadi tentara. Beres!

Kalau lagi dalam keadaan ramai, dan lampu hijau sudah mau menyala dalam beberapa detik lagi, maka terdengarlah suara klakson yang memekikkan telinga, apalagi ada yang bunyi klaksonnya aneh-aneh. Apa untungnya sih marah-marah pake klakson gitu? Mana ada orang yang mau dilampu merah terus, kecuali orang yang cari rezeki disana. Jadi, kesimpulannya adalah jadikan lampu merah (lampu lalu lintas woi! (tuhkan marah lagi)) sebagai ajang penguji kesabaran anda. Ingat! Keluarga dirumah menunggu kita sampai dengan selamat.