Rabu, 10 September 2014

Udah Temenan Aja!

Pembaca yang budiman yang dalam keadaan penuh cinta, semoga dalam keadaan sehat wal-afiat membaca tulisan ini. amin!

Sebenarnya saya kurang tertarik membahas tentang cinta-cinta-an. Saya belum mempunyai banyak pengalaman tentang cinta. Tetapi karena baru tau kalau sebenarnya banyak hal yang kita (iya kita) langgar ketika berhubungan berinteraksi dengan lawan jenis, saya memberanikan ber-tulisan (karena kalau ber-suara saya harus bikin video tentang ini di youtube, baru ada suaranya).
Demi sebuah hubungan yang dewasa, kita seharusnya mencari tau bagaimana baiknya suatu hubungan. Apalagi yang sudah lama pacaran dan setiap harinya melakukan kegiatan mainstream yaitu pacaran. Pagi-pagi kirim sms:
“pagi sayang! Aku masih hidup loh!”
“iya sayang, aku juga masih hidup kok”

Dalam situasi lain:
“aku jemput kamu yaa,, kita cari tempat sepi buat pacaran”
“yaudah buruan ngga usah pake mandi, langsung aja jemput”

Dan berbagai kegiatan mainstream lainnya yang dilakukan orang pacaran.

Namun, jika anda ingin keluar dari gaya pacaran mainstream seperti itu anda harus berhenti pacaran. Ya! Langsung saja nikah. Toh lebih enak menikah daripada pacaran, kalau tidak percaya tanya eyang subur dan syeikh puji.

Hellow!! Gue masih anak sekolah brow! Belom mau nikah, tapi masih tetep mau pacaran. Ada solusinya nggak? Buruan kasih tau gue!

*sambil pegang jenggot*
Baiklah anak muda, kamu boleh berinteraksi dengan lawan jenis yang kamu sayang, tapi kamu tidak boleh ada kata ‘sayang’ dan kata ‘kangen’.

pffttt!!  itu bukan Pacaran namanya!

*pegang kumis*
Rasulullah saw. sudah membahas tentang ini jauh sebelum blog ini ada. Sabda beliau saw.:
“Tercatat atas anak Adam nasibnya dari perzinaan dan dia pasti mengalaminya. Kedua mata zinanya melihat, kedua telinga zinanya mendengar, lidah zinanya bicara, tangan zinanya memaksa (memegang dengan keras), kaki zinanya melangkah (berjalan) dan hati yang berhasrat dan berharap. Semua itu dibenarkan (direalisir atau diwujudkan) oleh kelamin atau digagalkannya”. (HR Bukhari)


Menurut penelitian (entah siapa penelitinya) rasa cinta itu tumbuh tidak hanya melalui ‘ketemuan’ tapi juga dari obrolan di media sosial. Awalnya memang menjaga diri dengan bahasa yang sopan, lama-lama bahasa yang sopan itu pun menghilang digantikan dengan kata sayang. Seperti ‘aku sayang kamu’ atau ‘aku kangen kamu’ atau sejenisnya yang bisa membuat orang senyum-senyum membacanya.


Semua orang yang berpacaran pasti tau lah kalau ada larangan mendekati zina.
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS: al-Isra’ [17]: 32)

Meski jauh-jauhan tetap deg-degan kan? Meskipun saling mengingatkan untuk tahajud dan beramal yang baik lainnya, kita bisa tidak ikhlas. Sebab, kita melakukannya atas dasar ‘dia’ yang mengingatkan, kita malu dan akhirnya rajin ibadahnya.Demi pacar.

Jadi, di mana pun kita berada, mau jarak dekat, atau jarak jauh yang namanya pacaran tetap pacaran. Pacaran itu salah satu aktivitas mendekati zina. Berarti diharamkan. Bagi pelakunya tentu akan mendapatkan dosa. Disiksa dong.

Rasulullah saw. bersabda:
"Sesungguhnya azab yang paling ringan dari penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang diletakkan pada kedua telapak kakinya sepotong bara api yang menyebabkan otaknya mendidih”. (Mutafaq ‘alaih)

Coba dibanyangin aja dulu azabnya..
serem kan??
makanya...
Udah Temenan Aja!