Rabu, 27 Agustus 2014

Tukang Ojek Harus Serba Tau


Ini adalah cerita saya naik ojek. Baru turun dari angkot, langsung disambut ramah oleh tukang ojek. Tukang ojeknya sudah lumayan tua. Yang selalu siap sedia ada di pangkalan ojek tinggal berlima. Tampaknya bapak inilah yang paling tua diantara mereka. Saya dan barang bawaan hendak menumpang sampai tujuan. Tujuan saya hendak pulang kerumah. Yang lumayan jauh kalau ditempuh berjalan kaki. Jadi, saya lebih memilih naik motor yang dibawa tukang ojek.

Motor yang dipakai bapak tua itu juga sudah tua. Tapi jalannya lumayan halus tak kalah sama motor matic zaman sekarang. Namun tidak mulus lagi jalan kami ketika menempuh jalan berlubang. Jalan berlubang yang berdebu di tengah hari terik. Kata orang-orang, jalannya akan mulus setelah keluar dana untuk meng-aspal jalan itu.

Di atas motor, saya memberi petunjuk kemana tujuan saya. Bapak tua itu langsung men-iya-kan diiringi gelak tawa. Tampaknya dia senang menjadi tukang ojek. ternyata bapak tua itu tertawa karena arahan saya.
  • “ke Tebat Ijuk pak! Depan SD”
  • “iya iya. Kalau kawasan ini saya sudah tau betul. Tak perlu diragukan lagi hahaha”
  • “bapak sudah tau rumah saya?”
  • “bukan, tapi saya sudah pernah antar penumpang kesana”
  • “oh, baguslah kalau begitu”
  • “kecuali kalau saya disuruh antar ke kawasan sana, saya masih kurang tau jalan..” sambil menunjuk ke arah kota yang padat.
  • “kenapa begitu pak? Bapak harusnya tau jalan kan?”
  • “iya, tapi saya kan tukang ojek kawasan sini saja”
  • “begini saja pak, bapak bawa peta saat mengantar penumpang ke arah sana..”
  • “saya pernah mengantar penumpang ke arah sana tapi saya tidak tau jalan, dan saat itu juga tidak bawa peta”
  • “jadi, bagaimana pak? Sampai tujuan?”
  • “iya sampai tujuan, tapi yang bawa bukan saya, saya duduk dibelakang, dia (penumpang) yang jadi tukang ojek hahaha....”
Gelak tawa bapak itu menjadi akhir pembicaraan kami diatas motor. Saya lalu turun dan membayar upah si bapak yang telah mengantar saya. Kata bapak, ongkosnya cuma Rp.3000. saya tarik uang Rp.5000 dari saku. Rp.2000 untuk cerita si bapak yang akan saya jadikan postingan blog :v