Thursday, July 3, 2014

#Prabowo, #Jokowi

Akhir-akhir ini para blogger yang sudah melek politik banyak yang berani mengeluarkan pendapatnya tentang dua capres yang akan bertarung 9 April nanti. Saya sendiri merasa diajak (padahal ngga ada yang ngajak) untuk berpendapat juga. Ya, sebagai anak muda yang pertama kali nyoblos untuk Presiden, saya tidak boleh bingung apalagi memilih berdasarkan “suka aja”.



Kalau boleh memilih, saya maunya Prabowo yang menang dan Jokowi tetap jadi gubernur. Dengan demikian mereka sama-sama berada di pemerintahan. Itu kalau seluruh rakyat Indonesia setuju dengan saya, nah kenyataannya? Boro-boro setuju, kenal saja tidak. Jadi ya, pendapat itu saya pinggirkan.

Sebenarnya tidak susah untuk memilih siapa yang akan kita coblos, toh pilihannya cuma ada dua. Dan keduanya juga sama-sama diyakini mampu membawa Indonesia lebih baik. Jadi, siapapun pilihan kita, #Prabowo atau #Jokowi, sama saja. Keduanya punya visi dan misi yang baik untuk kedepannya. Entahlah kalau visi dan misi itu cuma sekedar alat untuk menuju istana, saya tidak tau.

Namun, banyak anak muda yang seumuran saya masih bingung siapa pilihannya. Ya, media sangat mempengaruhi pilihan pemilih pemula. Kita semua mengetahui bagaimana kejamnya pemberitaan yang menyudutkan Prabowo dan Jokowi, mereka punya media masing-masing. Yang disebut dengan Black Campaign. Kemudian mengangkat isu-isu agama, persis seperti acara gosip yang mengupas secara tajam. Semua sisi buruk Prabowo dibeberkan oleh TV ini, sisi buruk Jokowi dibeberkan oleh TV ini. yang saya takutkan, setelah PilPres nanti kedua media ini tidak mau berdamai. 

Jadi, siapakah presiden pilihan saya 9 April nanti?
Saya mencoba untuk tidak menyimak kampanye hitam kedua media itu. Kali ini saya berdasarkan intuisi saja. Saya lebih memilih Jokowi, bukan berarti saya akan memilih jokowi tapi hanya lebih memilih Jokowi ketimbang Prabowo.

Kenapa Jokowi?
Saya memang bukan warga Solo atau Jakarta, yang saya lihat pak Jokowi ini cukup berpengalaman di pemerintahan sementara pak Prabowo sangat berpengalaman di bidang Militer. Dan menurut saya lagi, memimpin rakyat sipil itu berbeda dengan memimpin prajurit yang bila diperintah akan berkata “siap, laksanakan!”, memimpin rakyat sipil itu lebih susah ketimbang prajurit, karna rakyat itu sama sekali tidak mau langsung bilang “siap, laksanakan!”. Rakyat akan protes habis-habisan tentang kebijakan yang diambil. Tidak ada sejarahnya rakyat mau nurut begitu saja. Jadi, itu alasan saya lebih memilih pak Jokowi. Saya belum tentu memilih pak Jokowi juga sih, biar ditentukan saja di bilik suara nanti. doakan supaya pilihan saya tepat.