Saturday, May 3, 2014

Saya Lebih Suka Atheis

Iya, akhir-akhir ini saya sering morum yang adalah forum terbesar se-Indonesia. dan kemaren saya nemu beberapa thread yang membahas tentang atheisme. Yang menurut kamus bahasa Indonesia atheis berarti tidak percaya akan adanya tuhan. Dalam thread itu, si TS (thread starter) membeberkan beberapa kejanggalan dalam beberapa agama, lebih banyak dibahas adalah agama islam. Karena menurut si TS, islam adalah agama cinta damai, tapi kenyataannya lebih suka berperang, membunuh, atau berperkara lainnya daripada damai. Saya membaca sampai habis thread itu, saya tidak mau asal komeng (komentar). Tertulis juga di thread itu bagaimana #bego-nya orang-orang yang beragama jika diajak berdebat. Dan saya juga menyadari bahwa masih banyak orang-orang yang nyatanya beragama, tapi kalo berdebat, selalu yang dikeluarkan kata-kata yang tidak ada hubungannya dengan topik yang dibahas. Lebih banyak sumpah-serapah dan menyebutkan semua penghuni kebun binatang kepada si atheis. Tentulah (cie tentulah cie) ini tidak akan ada akhirnya bila menyebutkan satu persatu nama binatang.

Atheis memang tidak percaya tuhan, mereka yang atheis lebih suka berpikir dan mencari keberadaan tuhan. yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan.


Tapi saya bukan atheis. Saya percaya adanya tuhan. saya hanya lebih suka atheis, yang berpikir daripada orang beragama yang hanya mengikuti tanpa berpikir. Inilah yang menyebabkan banyaknya pertumpahan darah (cie pertumpahan cie) antar agama. Karena tidak berpikir, orang mah akan nurut saja sama pemimpin yang (ternyata) #Bego, dan kadang terjadi hanya masalah sepele. 

Ada yang menarik dari thread yang saya baca kemaren:

Untukmu agamamu untukku agamaku merupakan kalimat Allah yakni Al-quran surah 109 ayat 6. Mengapa Allah (dengan kuasanya) tidak membuat para non muslim menjadi muslim taat agar mereka ini dapat banyak pahala yang balasannya adalah kebahagiaan di surga? Apakah karena terbatasnya kuasa Allah atau karena sebab lain?” __TS

Begitulah kata TS, saya yakin dia berpikir. masih banyak orang yang beragama islam tapi ngga tau ayat apa yang disebutkan TS. Dan saya mencoba menjawab pertanyaan si TS itu. Sederhana saja, tentu mudah bagi Allah yang maha kuasa dan maha membalikkan hati manusia untuk membuat non muslim menjadi muslim, tapi poinnya bukan disitu. Yang terpenting adalah adanya toleransi antar agama dan umat manusia. Dan sayangnya, toleransi ini hampir habis. Makanya banyak yang berperang dan mengatasnamakan agama.

Penting mana? Agama atau Perdamaian dunia? Sama-sama penting, karena tidak mungkin damai jika tanpa agama. #YangNgertiPastiNgerti.


Lalu kedua, yang sempat saya kutip dari TS:

“Kalau saya jadi Allah saya tidak akan memfirmankan muslim sedunia untuk ke Mekkah, suruh saja uang mereka dikasihkan buat fakir miskin, atau ramai-ramai ditabungkan dijadikan dana abadi, bunga bank nya buat fakir miskin dan pendidikan gratis. Lebih mulia kan daripada bikin kaya satu negeri?” __TS

Sekali lagi, ini terlalu sederhana. Allah menyuruh ke mekkah untuk melaksanakan haji. Betul. Adakah Allah menyuruh semua orang untuk pergi kesana? Hanya orang-orang yang mampu saja yang disuruh menunaikan haji. Bukan semua muslim. kemudian tentang untuk fakir miskin atau anak yatim, hal ini juga di anjurkan sama Allah. Bahkan bukan saja orang-orang yang mampu yang disuruh, orang yang tidak mampu juga disuruh bersedekah kok.


Yang ketiga, menarik sekali dari TS:

“Mau nanya nih, tolong dijawab yang jujur yah menurut kalian biadaban mana orang berzina atau ajaran yang mengharuskan penzina itu di rajam sampai mati ? sesekali jujur lah sama diri sendiri slam, jangan hanya karna kata agama harus begitu, kalian manggut manggut saja, tolol jangan di pelihara”. __TS

Oke, saya akan jujur. Sejujur orang yang paling jujur. Sejujur lagu radja.

Ya lebih biadab orang yang berzina lah. Rajam itu kan hukumannya. Hukuman itu harus lebih ‘biadab’ daripada yang dihukum, agar yang lain tidak mencontoh, dan menjaga hati serta sikap manusia. Kalau tidak ada orang yang berzina pastilah tidak ada yang dihukum. Beta betul toh?

Terakhir, kabar dari TS ternyata sudah dibanned oleh mimin kaskus. Setelah bikin thread baru 30 menit, eh sudah dibanned. Pas saya mau ngasih komeng, halaman thread sudah tidak bisa diakses. Karena thread dianggap SARA.

Sampai saat ini, saya hanya sebatas ‘suka’ atheis. Karena mereka mau berpikir, kalo atheis terus berpikir, mungkin si atheis ini akan percaya lagi sama tuhan. sudah banyak ilmuan yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, dan sampai ditengah-tengah penelitiannya akhirnya masuk islam juga. Dan saya percaya adanya Tuhan.