Rabu, 28 Mei 2014

Like Father Like Son ( ? )

Siapa yang merasa asing dengan quotes diatas? Kemungkinan besar kamu baru lahir kemaren, atau minimal kamu ngga nonton Ace Ventura Junior. #FYI quotes diatas sering digunakan untuk menggambarkan hal-hal positif yang dimiliki orangtua yang kemudian dimiliki juga oleh sang anak. Quotes diatas kalo di indonesiakan kira-kira mirip seperti:
“Buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya”
Misalkan, kalo bapaknya pengusaha biasanya si anak juga nanti besarnya jadi pengusaha juga. Atau bapaknya artis, anaknya juga artis. Pokoknya yang baik-baik punya orangtua nantinya akan turun pada si anak.


#FYI quotes ini merupakan jenis quotes lawas alias zaman dulu (kalo kata guru biologi saya, zaman kegelapan). Tadinya quotes ini memang pas banget buat mendeskripsikan sikap yang baik-baik.

Tapi sekarang, di zaman serba terang dan banyak cabe ini, quotes itu justru berfungsi sebaliknya. Tidak lagi menggambarkan kelakuan baik, melainkan sikap buruk yang di contoh oleh anak dari orangtuanya. Jadinya terdengar seperti sebuah jokes.

Apa sih sikap buruk yang sering dihubungkan dengan quotes ini?

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Modernisator dan Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti, 75,5% anak merokok karena mencontoh ayahnya. Yang mengagetkan, 13,3% anak yang disurvey menyatakan kalau awal-awal menjadi perokok adalah karena ditawari oleh orangtuanya sendiri.*

Sayangnya, sikap buruk ini didukung oleh mudahnya mendapatkan rokok dan murahnya harga rokok. Tapi jangan khawatirkan saya, walaupun ayah saya perokok berat, saya sama sekali tidak tertarik dengan rokok. Jangankan merokok, asapnya aja masuk ke hidung udah batuk-batuk. Asap kendaraan juga sih, kecuali asap sate. #FYI Dari semua jenis asap, asap satelah yang paling enak dan meng-enak-kan. Setebal apapun asap sate, pasti bakalan betah dan ngga batuk-batuk.

Jadi, apakah kalimat like father like son masih berarti baik sekarang ini? #AhSudahlah

*jarang-jarang nih #BloggerBego ngasih postingan berupa hasil survey