Wednesday, May 7, 2014

Asik! Dibeliin Motor


Motor atau apalah yang berupa kendaraan, selamanya akan tetap berupa kendaraan. Sampai pak SBY punya rambut belah tengah pun akan tetap berupa kendaraan. Walaupun faktanya begitu, masih ada aja orang yang menganggap fungsi motor selain menjadi kendaraan. Banyak orangtua yang mulai menghibahkan motor kepada anak-anak mereka.

Ngga masalah sih, toh hibah juga disarankan didalam agama. Namun didalam hibah, tentu ada aturan yang kelihatan sepele namun sangat penting. Para orangtua sekarang mungkin gengsi kalo anaknya ngga make motor buat gaya-gaya-an dengan anak-anak lainnya. Makanya terpaksa dibelikan, tanpa para orangtua tau manfaatnya apa buat si anak. Kalo anaknya udah kuliah sih ngga apa-apa, nah kalo yang masih SD atau SMP? Maka jangan heran, bermunculan dimana-mana geng motor yang membernya anak yang baru segede gitu.

Ngga semua masalah di dunia ini perbuatan yang anak-anak lakukan. Tergantung yang ‘mengendalikan’ si anak itu orangtua yang bagaimana. Mungkin para orangtua ngga terlalu paham masalah dampak yang ditimbulkan. Saya kasih contoh yang terjadi di desa saya, anak-anak SD rata-rata sudah punya motor sendiri (tentu dari orangtuanya). Mau dipake kemana coba? Palingan buat beli rokok disuruh sama bapaknya. Udah gitu, sore-sore semuanya pada ngumpul di pinggir jalan. Ngga tau ngapain, yang saya lihat mereka hanya bersiul kalo ada janda atau cewek cantik lewat depan mereka.

Anak yang kayak begini mungkin kedepannya bisa kita tebak akan bagaimana. Mungkin mereka akan bikin geng motor, mungkin bikin boyband, mungkin bikin fans club JKT48, atau mungkin jadi pejabat. Ah entahlah! Nasib mereka kok saya yang mikirin, nasib saya aja entah gimana.

Terakhir, mari kita tarik kesimpulan. Untuk para orangtua, tentunya lebih bijak lagi dalam memberikan fasilitas untuk anak (jangan cuma taunya bikin doang), banyakan mana antara dampak pofitif atau negatifnya. Kemudian, untuk anak-anak yang saat ini masih menjabat sebagai member terong-terongan atau cabe-cabean. Sadarlah, sebelum harga terong dan cabe naik.