Saturday, April 19, 2014

Oh Jack

Orang bilang ojek itu adalah orang jalanan ekonomi kurang, ya terserahlah yang penting dengan adanya ojek banyak orang yang terbantu dengan adanya ojek. Apapun itu, ojek motor, ojek payung, atau ojek lainnya. Profesi menjadi tukang ojek tentunya tidak perlu dicita-citakan. Juga tidak perlu yang namanya ijazah atau dokumen lainnya sebagai pendukung. Cukup bermodalkan motor dan helm ojek yang telah dimodifikasi, maka jadilah kamu seorang tukang ojek. Selain itu, juga perlu
adanya komunikasi dengan tukang ojek lainnya. Sering-sering nongkrong di pos ojek sambil menunggu calon penumpang. Kecuali kamu ojek delivery, baru bisa nongkrong dirumah.

Siapa bilang tukang ojek cuma bisa ngojek doang? Banyak kelebihan tukang ojek yang kita belum tau. Main catur misalnya. Jago main catur meski tidak bergelar master. Tukang ojek juga jago bersiul, mereka bersiul sambil menunggu penumpang. Sungguh, mereka tidak menyianyiakan waktu begitu saja.

Sisi lainnya dari tukang ojek adalah hati mereka, yang berhati mulia. Tukang ojek tidak tahan dan tidak tega melihat ada orang yang berjalan sendirian. Bawaannya pengen diajak naik motor dan diantar sampai tujuan. Tidak peduli orang itu kurus atau gemuk. Tidak peduli laki-laki atau perempuan. Semuanya sama dimata tukang ojek. Yang penting mereka bawa ongkos aja. Itu yang pertama. Yang kedua, sisi kemanusiaan tukang ojek terlihat jika ada korban kecelakaan yang harus segera dibawa ke rumah sakit.

Kadang, kita perlu belajar banyak dari tukang ojek. Tidak mesti belajar itu di sekolah. Tempat belajar yang sebenarnya ada di kehidupan kita sendiri. Ujian sekolah mungkin bisa mencontek, tapi ujian kehidupan tidak bisa. Terimakasih kalian para Tukang Ojek yang telah memberi tumpangan dikala (cie dikala cie) kami lelah berjalan. Terimakasih, yang telah bersedia kebut-kebutan agar kami tidak telat. Terimakasih Oh Jack.