Tuesday, April 8, 2014

Cerita Bego

Suatu hari seorang anak laki-laki pergi mengunjungi tempat pemancingan ikan yang ada di kampungnya. Terlihatlah oleh si anak seorang kakek tua (kalo muda bukan kakek) yang sudah berjam-jam mancing tapi belum dapat satu pun ikan. si anak bermaksud mengobrol tentang pancing-memancing ikan dengan si kakek. Terjadilah dialog antara mereka:
Anak   : kek, udah lama disini ya kek?
Kakek  : Ya udah lama lah bego!
Anak : oh, kakek udah dapat ikan ?
Kakek : ya, belom lah bego!
Anak : emang umpan yang kakek pake apa?
Kakek : ya, cacing lah bego!
Anak : oh, pantesan kek, coba kakek pake roti yang direndam tiga hari tiga malam didalam madu buat jadi umpannya...
Kakek : emang bisa ?
Anak : ya engga lah bego!
Seminggu kemudian, si kakek pun meninggal. Didalam kubur, ia ditanya malaikat:
Malaikat : halo kek, kok bisa disini? (sambil senyum)
Kakek : ya udah mati lah bego!
Malaikat : kakek matinya kenapa? (sambil senyum juga)
Kakek : ya udah ajal keless, bego lu!
Malaikat : waduh! Jangan kasar gitu dong ngomongnya, siapa tau kakek bisa masuk surga.. (senyum yang paling manis)
Kakek : emang bisa ?
Malaikat : ya engga lah bego!! (senyum laknat)
*buat kamu yang mengganggap cerita ini sepele, boleh aja sih. Akan lebih baik kamu melihat pesan yang disampaikan dari dialog diatas. Hikmahnya adalah: Jangan suka berkata yang tidak baik. Jangan mudah marah dan jengkel. Karena marah dan jengkel dapat merusak kedekatan, keharmonisan, dan memperburuk interaksi dengan orang lain. Jangan biasakan bersikap marah dan jengkel, karena dekat dengan kesedihan, perseteruan. Hanya menyianyiakan umur.