Monday, March 17, 2014

Diterjemahkan Oleh: Wara Lofitra

Pada zaman kegelapan, saya sangat suka mengunduh film dari internet atau menyalinnya dari teman-teman saya. Sampai sekarang pun masih begitu. Tentu dengan file srt-nya (subtitlenya). Banyak orang yang tidak mempedulikan file srt ini. Tidak peduli tapi di tetap disalin. Nah, karena saya kurang kerjaan, saya buka file itu dengan notepad atau notepad++. Semua percakapan yang ada di film dalam folder yang sama ada di file srt. Pertama niatnya cuma iseng doang, lama kelamaan jadi ketagihan. Semua film yang ada di kompi saya, saya ubah file srt-nya dengan nama saya sebagai penerjemahnya.

Karena dikalangan teman-teman saya, saya termasuk sumbernya film. Jadi setiap orang yang menyalin film dari kompi saya, melihat nama saya saat film dimulai dan saat film berakhir. Esoknya setelah mereka nonton, teman-teman saya bilang:
‘oh, jadi sekarang lu nerjemahin film?’
‘wah, hebat lu bro! Bisa nerjemahin satu film. Gue satu kalimat aja susah.’
‘Eh bro-bro-bro, bukannya pas ujian bahasa inggris kemaren lu nyontek ke gue ya?’
Setelah mereka bilang begitu saya hanya bisa tersenyum tanpa mengangguk lalu pergi (horor amat).

*****

Kemaren ketika saya mengambil ijazah di MAN 1 Sungai Penuh. Ada seorang guru yang bertanya kepada saya tentang subtitle film. 
‘wara! Mpo minen lah jadi penerjemah film?’
(wara! Kamu sekarang sudah jadi penerjemah film?). kata seorang guru kepada saya.
Untuk kesekian kalinya saya hanya bisa tersenyum tanpa mengangguk lalu pergi (buset, horor lagi). Setelah itu seketika diam. Lalu saya jelaskan, karena yang nanya adalah guru saya.

‘iya pak, itu saya yang nerjemahin. Tapi caranya berbeda dengan para penerjemah film lain. Simple dan cepat. Ga perlu belajar bahasa inggris dulu. Cukup bermodalkan notepad atau notepad++.’ Begitu penjelasan saya. 
‘wah! Asik tuh kayanya. Ajarin bapak ya!' 
‘waduh, pak. Bukannya ga mau, tapi saya sudah berhenti main yang begituan. Sebenarnya saat kita mengubah beberapa bagian subtitle, kita sudah mengambil hak cipta seseorang. Gimana rasanya kalo bapak yang nerjemahin tapi nama saya yang sebagai kreditnya?’
Lalu guru saya menerima telepon dan lama tak kembali (mungkin beliau tersesat dan tak tahu arah jalan pulang). Dan ijazah saya sudah ditanda-tangani oleh kepala sekolah. Itu tandanya urusan saya selesai dan saya harus pulang.