Senin, 10 Maret 2014

Beta Membelah Hutan

Sebagian dari anda mungkin belum mengetahui bahwa di Indonesia ada sebuah danau yang unik kemudian aneh yang letaknya jauh dari jangkauan manusia berada ditengah hutan tropis dan sulit dijangkau. Sebagian dari anda mungkin juga sudah ada yang mengetahui keberadaan danau unik aneh ini, atau bahkan ada diantara anda yang pernah mengunjunginya. Minggu, 9 Maret 2014 kemarin, saya memakai alat transportasi roda dua menuju ke desa yang namanya adalah Lempur, melewati Danau Kerinci tentunya. Desa Lempur yang merupakan ujung paling selatan dari kabupaten kerinci ini adalah tempat yang dianggap paling jauh oleh masyarakat, kecuali warga disana, karena mereka memang tinggal disana.

Pagi mejelang siang, saya dan rombongan tiba di pintu masuk untuk ke Danau Kaco. Pertama sampai disana kita akan disambut oleh tukang parkir yang akan siap menjaga kendaraan kita bahkan sampai sore. Karena Danau Kaco tidak bisa dikunjungi dengan kendaraan bermotor buatan manusia, mau atau tidak kita harus memakai perangkat keras bawaan yang diberikan Tuhan kepada kita. ya. Kita musti jalan kaki. Dalam perjalanan selama 15 menit pertama, masih terlihat adanya kebun-kebun warga yang ada disana dan jalurnya juga masih aman serta masih layak dilalui. Sesekali kita akan menyebrangi sungai-sungai kecil yang ada (kalau tidak ada pasti tidak akan tersebrangi). Untungnya saya dan rombongan datang hari minggu (hari yang sering dipake untuk berlibur), karena banyak rombongan-rombongan lain juga yang kesana. Lewat 15 menit, mulailah jalur yang bechek-bechek dan ngga ada ojhek. Yah namanya juga hutan tropis, mau hujan atau tidak tetap saja tanahnya akan basah. Jangan harap disana akan ada WarNet atau MiniMarket. Karena jika ada Warnet, itu pasti pake sinyal dari dunia ghaib, setiap orang-orang kesana pasti paket Internet mereka tidak berguna. Apapun providernya, bahkan yang ngakunya sinyal mereka paling kuat pasti disana tidak berlaku. Disamping tidak ada sinyal, akan timbul masalah pada otot setiap orang yang melewati jalan berlumpur ditengah hutan itu. Ya paling tidak anda akan merasakan yang namanya 4L (Lelah, Letih, Lesu, dan Lunglai). Apalagi untuk orang yang jarang olahtubuh (olahraga terlalu mainstream) seperti saya. yang perlu diingat saat membelah hutan adalah menghormati lingkungan hutan tersebut dengan tidak merusaknya, kalau foto-foto boleh lah. tapi jangan foto sambil makan daun ya..

Kemudian yang paling penting jika anda berminat ke tempat ini, bawa bekal yang cukup untuk isi perut. Saran saya bawalah makanan berat, karena tidak cukup makanan ringan saja. Perjalanan yang akan ditempuh untuk sampai tujuan perlu waktu sekitar 4 jam lebih, kecuali jika anda mampu berlari atau punya semacam kekuatan supranatural.

Jika sudah sampai di Danau Kaco, yang pertama kali anda lihat adalah sebuah danau ditengah hutan yang airnya berwarna biru cerah berukuran tidak terlalu besar (saya tidak tau pasti berapa ukuran danau itu).

Gambar diatas adalah sebagian dari bagian pinggir Danau Kaco yang sudah saya crop. Gambar aslinya ada saya, saya takut anda melihat sosok makhluk astral yang menghambat animo anda untuk kesana nantinya, jadi yaa,,, terpaksa saya crop demi alasan keamanan dan agar Danau Kaco tetap banyak pengunjung.