Senin, 17 Maret 2014

Begadang jangan Begadang

Minggu, 16 Maret 2014. Sehabis maghrib, saya pergi ke Warung Internet di kampung saya. Setelah sekian lama tidak main ke warnet. Dan kebetulan kuota modem juga udah habis. Dirumah terasa sepi tidak ada koneksi. Remote TV emak yang menguasai. Main di kompi sendiri juga sudah basi karena tidak ada koneksi. Sebenarnya tidak ada yang mau saya unduh dari internet, hanya merasa bosan saja dirumah. Kebetulan ada kompi yang kosong satu. Langsunglah saya kuasai tempat itu untuk beberapa jam. Situs yang dibuka ya hanya wancak, kaskus, malesbanget, sama yutub. Kalau saya buka beberapa situs itu bisa sampai berjam-jam. Sampe listriknya udah ngga nyala baru bosan.

Disamping warnet, terdapatlah sebuah rental PlayStation. Jadi, memang disana adalah area bermain anak-anak kampung saya. Mulai dari anak kecil sampai dewasa semua ada disana. Perlahan, seiring dengan malam yang semakin larut, kedua arena bermain itu mulai sepi dari pengunjung. Ya, memang sudah pada pulang. Malam itu saya termasuk yang terlambat pulang. Setelah keluar dari warnet sekitar jam 11 malam, jalan pulang saya dihadang oleh tempat rental PlayStation yang masih ada beberapa teman saya yang duduk-duduk di sametong (tempat nongkrong khas Tebat Ijuk di pinggir jalan. Biasanya didepan pintu pagar). Disana ada beberapa orang yang duluan lahir daripada saya. Sayalah orang yang paling muda yang begadang di tempat itu. Banyak diantara kami yang masih mahasiswa.

Seorang mahasiswa membuka pembicaraan malam kami dengan tema ‘Banci’. Semua hal tentang Banci kami bahas malam itu. Mulai dari pengalaman potong rambut dengan Banci, sampai jalan-jalan dengan Banci. Semua tampak serius mendengarkan cerita. Sesekali diselingi humor yang mengundang gelak tawa ngakak ditengah malam sepi. Kemudian berubah dengan tema tentang ‘Tuhan’, kemudian membahas ‘Halal-haramnya Babi’, dan terakhir membahas ‘Penciptaan Alam Semesta dan Manusia’. Yang bahas adalah: yang punya PlayStaion, SekDes, Pegawai Negeri Sipil, Honorer, Pemain Bola, dan Mahasiswa.

Saking lamanya membahas tentang semua itu, saya pulang sudah pukul 02:30 waktu setempat. Tapi ngga apa-apa. Saya yakin, begadang kali ini bang Haji ngga akan marah, karena begadang kali ini ada artinya.